Senin, 15 Juni 2026

Polda Jateng Ungkap Penyebab Kematian Satu Keluarga di Glamping Posong, Akibat Keracunan Karbon Monoksida

Photo Author
Kevin Rama, KlikSoloNews.com
- Senin, 15 Juni 2026 | 17:53 WIB
Polda Jateng Ungkap Penyebab Kematian Satu Keluarga di Glamping Posong, Akibat Keracunan Karbon Monoksida (Kliksolonews/dok)
Polda Jateng Ungkap Penyebab Kematian Satu Keluarga di Glamping Posong, Akibat Keracunan Karbon Monoksida (Kliksolonews/dok)

SEMARANG, KLIKSOLONEWS.COM – Polda Jawa Tengah mengungkap hasil penyelidikan ilmiah terkait meninggalnya empat anggota keluarga di Glamping Safari Nomor 3, Taman Wisata Alam Posong, Kabupaten Temanggung. Berdasarkan hasil autopsi, pemeriksaan toksikologi, dan analisis laboratorium forensik, para korban dipastikan meninggal akibat keracunan gas karbon monoksida (CO).

Hasil penyelidikan tersebut disampaikan dalam konferensi pers di Gedung Borobudur Mapolda Jateng, Senin (15/6/2026), yang dipimpin Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Artanto bersama jajaran penyidik dan tim forensik.

Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Artanto mengatakan, seluruh kesimpulan diperoleh melalui metode Scientific Crime Investigation (SCI) yang dilakukan secara menyeluruh.

“Hari ini kami memaparkan hasil penyelidikan berbasis Scientific Crime Investigation terhadap peristiwa tersebut. Seluruh kesimpulan yang disampaikan didasarkan pada hasil olah TKP, autopsi, pemeriksaan laboratorium forensik, dan rangkaian penyelidikan yang dilakukan secara komprehensif,” ujar Artanto.

Kapolres Temanggung AKBP Zamrul Aini menjelaskan, peristiwa bermula ketika keempat korban tiba di kawasan wisata Posong pada Selasa malam, 26 Mei 2026, untuk menginap di Glamping Safari Nomor 3.

Sebelum memasuki tenda, petugas pengelola disebut telah mengingatkan korban agar tidak menyalakan tungku di dalam tenda karena berpotensi menimbulkan kebakaran maupun gangguan pernapasan akibat gas hasil pembakaran.

Keesokan harinya, petugas yang hendak mengantarkan sarapan tidak mendapat respons dari penghuni tenda. Setelah melewati batas waktu check-out, petugas membuka tenda dan menemukan keempat korban telah meninggal dunia.

“Saat dilakukan pengecekan, tungku tanah liat ditemukan berada di dalam tenda dekat pintu masuk, sementara kompor portabel berada di luar tenda,” jelas AKBP Zamrul.

Dalam penyelidikan, polisi memeriksa 27 saksi dan mengamankan berbagai barang bukti, mulai kendaraan, telepon genggam, kamera, kompor portabel, tungku tanah liat, hingga sampel makanan yang dikonsumsi korban.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jateng Kombes Pol Muhammad Anwar Nasir mengungkapkan, penyidik sempat mendalami kemungkinan keracunan makanan sebagai penyebab kematian.

Namun hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan tidak ditemukan zat beracun pada makanan yang dikonsumsi korban sebelum maupun saat berada di lokasi wisata.

“Kami juga tidak menemukan adanya unsur kelalaian dari pihak pengelola karena prosedur keselamatan telah dijalankan dan petugas sudah memberi peringatan kepada korban untuk tidak menyalakan tungku di dalam tenda,” katanya.

Sementara itu, Kabid Dokkes Polda Jateng Kombes Pol drg. Agung Hadi Wijanarko menjelaskan hasil autopsi dan pemeriksaan toksikologi menemukan tanda-tanda kuat keracunan karbon monoksida pada tubuh korban.

“Pemeriksaan forensik menunjukkan adanya keracunan karbon monoksida yang mengakibatkan mati lemas. Tidak ditemukan luka akibat kekerasan maupun kandungan zat beracun lain seperti sianida,” ujarnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Kevin Rama

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X