JAKARTA, KLIKSOLONEWS.COM – Pemerintah memutuskan untuk mempertahankan Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng rakyat Minyakita di angka Rp15.700 per liter.
Keputusan tersebut sekaligus membatalkan rencana penyesuaian harga yang sebelumnya sempat dibahas dalam rapat koordinasi tingkat menteri bidang pangan.
Menteri Perdagangan, Budi Santoso, menegaskan hingga saat ini belum ada perubahan harga resmi untuk produk Minyakita. Pemerintah memilih fokus memperkuat distribusi agar pasokan minyak goreng bersubsidi tersebut lebih mudah dijangkau masyarakat.
Baca Juga: Kemendag Take Down 2.639 Iklan Digital Bermasalah, Didominasi Iklan Minuman Beralkohol dan MinyaKita
"HET Minyakita tetap Rp15.700 per liter. Saat ini fokus kami adalah memastikan distribusinya semakin luas dan tersedia di pasar-pasar rakyat," ujar Budi dalam keterangannya, Kamis (18/6/2026).
Menurutnya, pemerintah akan menggandeng sejumlah badan usaha milik negara di sektor pangan untuk memperkuat distribusi Minyakita ke berbagai daerah. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan ketersediaan pasokan sekaligus menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen.
Dalam upaya memperlancar distribusi, pemerintah melibatkan Perum Bulog dan ID FOOD sebagai mitra utama penyaluran minyak goreng rakyat ke pasar tradisional dan jaringan distribusi pangan lainnya.
Selain memastikan ketersediaan Minyakita, pemerintah juga melakukan penyesuaian dalam pelaksanaan program bantuan pangan.
Baca Juga: Kemendag Kaji Kenaikan HET MinyaKita, Ini Penyebab dan Dampaknya di Pasar
Jika sebelumnya sebagian pasokan Minyakita digunakan untuk mendukung program bantuan pemerintah, ke depan kebutuhan tersebut akan dipenuhi melalui produk minyak goreng merek lain.
Kebijakan itu dilakukan agar stok Minyakita di pasar tetap terjaga dan masyarakat dapat memperoleh minyak goreng dengan harga sesuai ketentuan pemerintah.
Pemerintah juga meminta produsen meningkatkan produksi minyak goreng alternatif atau second brand untuk memperluas pilihan produk yang terjangkau bagi masyarakat.
Kehadiran produk-produk tersebut diharapkan dapat membantu menjaga keseimbangan pasokan dan mengurangi tekanan terhadap distribusi Minyakita.
Budi menegaskan stabilitas harga dan ketersediaan pasokan minyak goreng tetap menjadi prioritas pemerintah di tengah dinamika harga bahan baku global, termasuk minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO).
Artikel Terkait
Satgas Pangan Jateng Periksa MinyaKita di Pasar Tradisional, Temukan Ketidaksesuaian Volume
Dugaan Volume MinyaKita Disunat, Polda Jateng Cek Produsen di Kudus
Dugaan Penyimpangan Takaran MinyaKita di Solo, Polisi Lakukan Penyelidikan
Kasus MinyaKita Tak Sesuai Takaran, Polda Jateng Geledah Pabrik di Karanganyar