Sabtu, 20 Juni 2026

DPR Kritik Kinerja Kementerian Pariwisata, Sebut Kunjungan Wisman Indonesia Masih Peringkat 5 ASEAN

Photo Author
Lukas Budi, KlikSoloNews.com
- Kamis, 18 Juni 2026 | 14:00 WIB
DPR Kritik Kinerja Kementerian Pariwisata, Sebut Kunjungan Wisman Indonesia Masih Peringkat 5 ASEAN. (Kliksolonews/dok)
DPR Kritik Kinerja Kementerian Pariwisata, Sebut Kunjungan Wisman Indonesia Masih Peringkat 5 ASEAN. (Kliksolonews/dok)

JAKARTA, KLIKSOLONEWS.COM – Anggota Komisi VII DPR RI, Yoyok Riyo Sudibyo, melontarkan kritik terhadap kinerja sektor pariwisata nasional dalam rapat kerja bersama Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, di Kompleks DPR RI, Rabu (17/6/2026).

Dalam rapat tersebut, Yoyok menyoroti jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia yang dinilainya masih tertinggal dibandingkan sejumlah negara lain di kawasan Asia Tenggara.

Menurutnya, berdasarkan data yang dipaparkan, Indonesia saat ini berada di posisi kelima dalam jumlah kunjungan wisatawan asing di kawasan ASEAN.

"Kunjungan wisman yang ke Indonesia di negara ASEAN saja kita nomor 5. Nomor 5 paling buncit itu," ujar Yoyok.

Yoyok menilai capaian tersebut tidak sebanding dengan potensi wisata yang dimiliki Indonesia. Ia menyebut sejumlah destinasi unggulan seperti Labuan Bajo, Raja Ampat, Candi Borobudur, Bali, hingga Lombok yang telah dikenal luas hingga mancanegara.

Baca Juga: Pariwisata Indonesia Makin Moncer, Kunjungan Wisman Tembus 4,68 Juta hingga April 2026

Menurutnya, kekayaan alam dan budaya Indonesia seharusnya mampu menarik lebih banyak wisatawan asing jika didukung kebijakan yang tepat.

Karena itu, ia meminta Kementerian Pariwisata segera melakukan pembenahan untuk meningkatkan daya saing pariwisata Indonesia di tingkat regional maupun global.

Soroti Mahalnya Tiket Pesawat

Salah satu persoalan yang disorot Yoyok adalah tingginya biaya transportasi menuju destinasi wisata unggulan di Indonesia.

Ia membandingkan harga tiket penerbangan internasional di kawasan ASEAN yang dinilai lebih murah dibandingkan biaya perjalanan menuju sejumlah destinasi wisata dalam negeri.

"Bagaimana dari Singapura ke Bangkok itu jauh lebih murah daripada Jakarta ke Raja Ampat. Kemudian ditambah lagi dari bandara ke objek wisata masih perjalanannya jauh banget," katanya.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang mengurangi daya tarik wisata Indonesia bagi wisatawan asing.

Baca Juga: Solo-Australia Jajaki Kerja Sama Pariwisata, Investasi hingga Pertukaran Pelajar

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lukas Budi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X