KLIKSOLONEWS.COM – Nilai tukar rupiah kembali mengalami tekanan pada perdagangan Rabu (17/6/2026) pagi.
Mata uang Garuda dibuka melemah ke level Rp17.738 per dolar Amerika Serikat (AS), turun 13 poin atau sekitar 0,07 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.
Pelemahan rupiah terjadi di tengah pergerakan beragam mata uang kawasan Asia terhadap dolar AS. Sejumlah mata uang berhasil mencatatkan penguatan tipis, sementara lainnya masih berada di zona merah.
Dari kawasan Asia Tenggara, peso Filipina menguat 0,03 persen dan dolar Singapura naik 0,02 persen terhadap dolar AS. Di Asia Timur, yen Jepang juga menguat 0,05 persen, sedangkan dolar Hong Kong naik 0,02 persen.
Sebaliknya, won Korea Selatan menjadi salah satu mata uang dengan pelemahan terdalam setelah terdepresiasi 0,32 persen. Ringgit Malaysia juga terkoreksi tipis sebesar 0,01 persen, sementara yuan China bergerak relatif stabil.
Di pasar global, sejumlah mata uang utama negara maju menunjukkan penguatan terhadap dolar AS. Euro tercatat naik 0,05 persen, sedangkan poundsterling Inggris menguat 0,01 persen.
Baca Juga: Lionel Messi Samai Rekor Miroslav Klose, Cetak Hattrick dan Ukir Sejarah di Piala Dunia 2026
Dolar Australia turut mengalami apresiasi sebesar 0,01 persen. Sementara itu, franc Swiss menjadi salah satu mata uang dengan kinerja terbaik setelah menguat 0,09 persen terhadap greenback.
Berbeda dengan mata uang lainnya, dolar Kanada justru melemah tipis 0,01 persen pada perdagangan pagi ini.
Pergerakan nilai tukar saat ini masih dipengaruhi berbagai sentimen global, termasuk arah kebijakan suku bunga bank sentral utama dunia, perkembangan ekonomi Amerika Serikat, serta dinamika geopolitik internasional.
Pelaku pasar juga terus mencermati data ekonomi terbaru yang berpotensi memengaruhi pergerakan dolar AS dan arus modal ke negara berkembang, termasuk Indonesia.
Baca Juga: Waspada SIM Palsu! SIM Resmi Hanya Diterbitkan Polri, Bukan Pihak Lain!
Dengan kondisi tersebut, rupiah diperkirakan masih akan bergerak fluktuatif dalam jangka pendek seiring tingginya ketidakpastian pasar keuangan global.(*)
Artikel Terkait
Investasi Terus Mengalir, Gubernur Ahmad Luthfi Sebut Jawa Tengah Jadi Gerbang Baru Ekonomi Nasional
Serap 10 Ribu Tenaga Kerja Jateng, Perusahaan Kendaraan Listrik Tiongkok Siap Beroperasi di Kendal
Kemenkeu Kurangi Anggaran Perjalanan Dinas Luar Negeri 2027 dari Rp80 Miliar Jadi Rp55 Miliar
Shopee Dikabarkan PHK Ratusan Karyawan Global, Tim Developer dan QA Terdampak