Jumat, 19 Juni 2026

Shopee Dikabarkan PHK Ratusan Karyawan Global, Tim Developer dan QA Terdampak

Photo Author
Lukas Budi, KlikSoloNews.com
- Rabu, 17 Juni 2026 | 07:00 WIB
Shopee Dikabarkan PHK Ratusan Karyawan Global, Tim Developer dan QA Terdampak. (KlikSoloNews/dok)
Shopee Dikabarkan PHK Ratusan Karyawan Global, Tim Developer dan QA Terdampak. (KlikSoloNews/dok)

KLIKSOLONEWS.COM - Platform e-commerce Shopee dilaporkan mulai melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap ratusan karyawan di berbagai negara.

Kebijakan tersebut disebut berdampak pada sekitar 8 persen tenaga pengembang (developer) yang bekerja di bawah naungan Sea Ltd. secara global.

Menurut sejumlah sumber yang mengetahui proses tersebut, gelombang PHK mulai dilakukan pada pekan ini dan menyasar beberapa posisi teknis, termasuk tim quality assurance (QA).

Baca Juga: Kemenkeu Kurangi Anggaran Perjalanan Dinas Luar Negeri 2027 dari Rp80 Miliar Jadi Rp55 Miliar

Pengurangan tenaga kerja disebut masih berlangsung dan berpotensi mencakup lebih banyak karyawan dalam waktu dekat.

Hingga kini, belum ada penjelasan resmi mengenai alasan utama di balik langkah tersebut. Pihak Shopee maupun Sea Ltd. juga belum mengungkap jumlah pasti karyawan yang terdampak kebijakan tersebut.

Meski demikian, kabar PHK ini muncul di tengah meningkatnya investasi perusahaan teknologi di bidang kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Belum dapat dipastikan apakah pengurangan tenaga kerja tersebut memiliki hubungan langsung dengan strategi pengembangan AI yang tengah dilakukan perusahaan.

Fenomena serupa sebelumnya telah terjadi di berbagai perusahaan teknologi global. Banyak perusahaan mulai melakukan efisiensi operasional sekaligus mengalokasikan sumber daya yang lebih besar untuk pengembangan teknologi berbasis AI.

Baca Juga: Central Java Prayer Breakfast 2026 Jadi Simbol Kerukunan dan Sinergi di Jawa Tengah

Tren tersebut memunculkan kekhawatiran mengenai dampak AI terhadap pasar tenaga kerja, terutama pada sektor teknologi informasi dan pengembangan perangkat lunak.

Sejumlah pekerjaan yang sebelumnya dikerjakan manusia kini mulai dibantu atau bahkan digantikan oleh sistem otomatis berbasis kecerdasan buatan.

Perubahan strategi bisnis juga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kondisi industri saat ini. Selama pandemi COVID-19, perusahaan teknologi melakukan ekspansi besar-besaran dan merekrut banyak tenaga kerja untuk mengakomodasi lonjakan aktivitas digital.

Namun, setelah pertumbuhan pasar mulai melambat, fokus perusahaan bergeser ke arah efisiensi dan pengendalian biaya operasional.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lukas Budi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X