Sabtu, 13 Juni 2026

Membangun Ekonomi Kreatif: Kisah Sukses Aiptu Sukirja dan Wida’s Collection

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Senin, 28 April 2025 | 15:30 WIB
Membangun Ekonomi Kreatif: Kisah Sukses Aiptu Sukirja dan Wida’s Collection. (KlikSoloNews/dok Polda Jateng)
Membangun Ekonomi Kreatif: Kisah Sukses Aiptu Sukirja dan Wida’s Collection. (KlikSoloNews/dok Polda Jateng)

MAGELANG, KLIKSOLONEWS.COM - Sejak 1999, Aiptu Sukirja dari Polsek Ngluwar Magelang merintis Wida’s Collection, usaha kerajinan tangan tas berbahan alami.


Dengan melibatkan warga sekitar, produk berkualitas ini dipasarkan di Yogyakarta dan Bali, berkontribusi pada pemulihan ekonomi lokal pasca-pandemi.


Dengan semangat membangun ekonomi kreatif, Aiptu Sukirja, Bhabinkamtibmas Polsek Ngluwar Polresta Magelang, telah merintis usaha kerajinan tangan bernama Wida’s Collection sejak tahun 1999.


Usaha ini memproduksi berbagai jenis tas unik yang terbuat dari bahan alami, seperti enceng gondok, pandan, dan gedebog pisang, yang dikombinasikan dengan material sintetis.


Berawal dari pesanan seorang pembeli asal Bali, Aiptu Sukirja melihat potensi besar dalam usaha kerajinan ini.


"Awalnya saya mendapatkan pesanan dari buyer asal Bali. Melihat potensi yang ada, saya mulai merekrut warga sekitar untuk membantu membuat produk kerajinan ini," ujar Aiptu Sukirja. Sejak itu, usaha ini berkembang pesat dan kini sudah melibatkan banyak karyawan lokal.


Bahan Baku dan Proses Produksi


Produk Wida’s Collection menggunakan bahan baku alami yang diperoleh dari perajin lokal sekitar. Bahan seperti eceng gondok, pandan, dan gedebog pisang dikeringkan terlebih dahulu oleh para perajin, baru kemudian diolah menjadi tas yang siap dipasarkan.


Selain bahan alami, bahan sintetis seperti vinyl, rafia, dan busa spons juga digunakan dalam proses produksi dan dibeli dari toko perlengkapan kerajinan.


“Bahan alami seperti enceng gondok, pandan, dan gedebog pisang sudah dikeringkan oleh perajin, sehingga tinggal kami olah menjadi tas. Sementara bahan sintetis kami beli di toko penyedia perlengkapan kerajinan,” tambahnya.


Untuk menjaga kualitas dan meningkatkan kapasitas produksi, Aiptu Sukirja memberikan pelatihan keterampilan kepada karyawan baru. Pelatihan ini mencakup keterampilan menjahit dan merajut tas, yang dilakukan secara intensif setiap kali ditemukan kekeliruan dalam proses produksi.


"Pelatihan kami lakukan agar hasil pekerjaan lebih maksimal dan waktu pengerjaan bisa lebih efisien. Setiap ada kesalahan, kami perbaiki sambil memberikan pelatihan langsung," jelas Aiptu Sukirja.


Melalui usaha Wida’s Collection, Aiptu Sukirja berharap dapat terus berkontribusi pada pemulihan ekonomi masyarakat sekitar, terutama setelah dampak pandemi Covid-19.


"Harapannya, semoga perekonomian masyarakat bisa pulih dan kembali seperti sebelum pandemi," ungkapnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X