Jumat, 12 Juni 2026

BULOG Tembus Serapan 3 Juta Ton Gabah-Beras Petani, Rekor Baru Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Kamis, 4 Juni 2026 | 12:00 WIB
BULOG Tembus Serapan 3 Juta Ton Gabah-Beras Petani, Rekor Baru Perkuat Ketahanan Pangan Nasional. (KlikSoloNews/dok)
BULOG Tembus Serapan 3 Juta Ton Gabah-Beras Petani, Rekor Baru Perkuat Ketahanan Pangan Nasional. (KlikSoloNews/dok)

SOLO, KLIKSOLONEWS.COM – Perum BULOG kembali mencatat sejarah dalam pengadaan pangan nasional.

Hingga 3 Juni 2026, realisasi serapan gabah dan beras petani secara nasional telah mencapai 3.008.626 ton setara beras atau sekitar 75 persen dari target nasional 4 juta ton yang ditetapkan pemerintah untuk tahun 2026.

Capaian tersebut menjadi tonggak penting dalam upaya memperkuat cadangan pangan pemerintah sekaligus menjaga kesejahteraan petani di tengah berbagai tantangan sektor pangan nasional dan global.

Keberhasilan menyerap lebih dari 3 juta ton setara beras dalam waktu kurang dari enam bulan dinilai sebagai pencapaian luar biasa bagi pengelolaan pangan nasional.

Direktur Utama Perum BULOG, Ahmad Rizal Ramdhani, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kerja sama berbagai pihak mulai dari petani, pemerintah pusat dan daerah, penyuluh pertanian, penggilingan padi, hingga aparat keamanan dan seluruh insan BULOG di lapangan.

“Alhamdulillah hingga awal Juni 2026, BULOG telah berhasil menyerap 3 juta ton setara beras. Ini menunjukkan bahwa negara hadir secara nyata untuk memastikan hasil panen petani terserap dengan baik sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional,” ujarnya.

Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi bukti komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas pangan nasional sekaligus memberikan perlindungan terhadap hasil panen petani.

BULOG Surakarta Serap 65.700 Ton Setara Beras

Kontribusi signifikan juga datang dari Perum BULOG Kantor Cabang Surakarta yang hingga awal Juni 2026 telah merealisasikan serapan sebanyak 65.700 ton setara beras di wilayah Solo Raya.

Pemimpin BULOG Kantor Cabang Surakarta, Nanang Harianto, menjelaskan angka tersebut telah mencapai sekitar 70 persen dari target perusahaan sebesar 93.750 ton.

Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak lepas dari sinergi antara BULOG dengan pemerintah daerah, dinas pertanian, penyuluh pertanian, TNI, Polri, mitra kerja, serta kelompok tani di wilayah Solo Raya.

“Keberhasilan pencapaian ini merupakan hasil sinergi seluruh pihak dalam mendukung program pemerintah untuk mewujudkan swasembada pangan,” kata Nanang.

Nanang menjelaskan BULOG saat ini terus menjalankan peran strategis dalam mendukung tiga pilar utama ketahanan pangan nasional, yaitu ketersediaan, stabilisasi, dan keterjangkauan pangan.

Pada aspek ketersediaan, BULOG melakukan penyerapan gabah dan beras petani sebagai Cadangan Pangan Pemerintah (CPP).

Sementara untuk stabilisasi harga, BULOG menyalurkan beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta minyak goreng rakyat ke pasar-pasar tradisional di wilayah Solo Raya.

Adapun dari sisi keterjangkauan, BULOG menjalankan program bantuan pangan berupa distribusi beras dan minyak goreng kepada masyarakat penerima manfaat hingga tingkat desa.

“Penyerapan dan penyaluran pangan yang kami lakukan merupakan bukti nyata komitmen BULOG dalam menjaga ketahanan pangan nasional,” jelasnya.

Optimistis Capai Target 4 Juta Ton

Keberhasilan serapan gabah dan beras dalam jumlah besar dinilai bukan sekadar capaian angka, melainkan bentuk keberpihakan negara terhadap petani Indonesia.

Melalui pengadaan hasil panen yang optimal, petani memperoleh kepastian pasar dan harga, sementara pemerintah memiliki stok cadangan yang cukup untuk menjaga stabilitas pangan nasional.

Di tengah tantangan perubahan iklim, ketidakpastian ekonomi global, dan dinamika pasokan pangan dunia, keberadaan BULOG menjadi instrumen penting dalam menjaga keseimbangan antara produksi, distribusi, dan konsumsi pangan masyarakat.

Perum BULOG optimistis target pengadaan sebesar 4 juta ton setara beras pada tahun 2026 dapat tercapai sebelum akhir tahun.

Optimisme tersebut didukung oleh masih berlangsungnya musim panen di sejumlah daerah sentra produksi padi di Indonesia.

Dengan terus mengoptimalkan penyerapan hasil panen petani, BULOG berharap dapat memperkuat cadangan pangan pemerintah sekaligus mendukung terwujudnya swasembada pangan yang berkelanjutan.

“Keberhasilan serapan ini bukan hanya angka, tetapi wujud nyata komitmen bersama dalam memperkuat ketahanan pangan nasional dan meningkatkan kesejahteraan petani Indonesia,” tutup Nanang Harianto.(ks01)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X