Jumat, 12 Juni 2026

Alasan Pertamina Naikkan Harga Pertamax Gila-gilaan Mulai 10 Juni 2026

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Rabu, 10 Juni 2026 | 08:33 WIB
Alasan Pertamina Naikkan Harga Pertamax Gila-gilaan Mulai 10 Juni 2026. (KlikSoloNews/dok)
Alasan Pertamina Naikkan Harga Pertamax Gila-gilaan Mulai 10 Juni 2026. (KlikSoloNews/dok)

JAKARTA, KLIKSOLONEWS.COM – PT Pertamina Patra Niaga resmi melakukan penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi mulai Rabu, 10 Juni 2026.


Kenaikan harga berlaku untuk produk Pertamax dan Pertamax Green setelah dilakukan evaluasi sesuai formula harga yang ditetapkan pemerintah.


Berdasarkan keputusan terbaru, harga Pertamax (RON 92) naik dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter. Sementara itu, Pertamax Green (RON 95) mengalami kenaikan dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter.


Kenaikan harga tersebut langsung menjadi perhatian masyarakat karena selisihnya cukup signifikan dibandingkan harga sebelumnya.


Sekretaris Perusahaan PT Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menjelaskan bahwa penyesuaian harga BBM non-subsidi dilakukan setelah melalui evaluasi berkala yang mengacu pada mekanisme dan formula harga yang telah ditetapkan pemerintah.


"Penyesuaian harga Pertamax dan Pertamax Green dilakukan setelah melalui proses evaluasi sesuai formula harga yang ditetapkan pemerintah," ujar Roberth dalam keterangan resminya, Selasa (9/6/2026).


Menurutnya, keputusan tersebut juga telah dikoordinasikan dengan pemerintah selaku regulator sektor energi. Selain itu, perkembangan harga minyak mentah dunia menjadi salah satu faktor penting yang dipertimbangkan dalam penetapan harga jual BBM non-subsidi.


Roberth menegaskan bahwa kebijakan penyesuaian harga ini merupakan bagian dari upaya menjaga keberlanjutan penyediaan energi nasional sekaligus memastikan distribusi BBM berkualitas tetap berjalan optimal di seluruh wilayah Indonesia.


"Harga jual tersebut diputuskan dengan tetap dikoordinasikan dengan pemerintah sebagai regulator, dan menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan penyediaan energi dan distribusi BBM berkualitas bagi masyarakat terus berjalan optimal," jelasnya.


Meski terjadi kenaikan pada Pertamax dan Pertamax Green, Pertamina memastikan ketersediaan pasokan kedua produk tersebut tetap aman di seluruh jaringan SPBU Pertamina di Indonesia.


"Kami memastikan pasokan Pertamax dan Pertamax Green tetap aman serta tersedia di jaringan SPBU Pertamina," tambah Roberth.


Sementara itu, beberapa jenis BBM lainnya tidak mengalami perubahan harga. Pertamax Turbo tetap dijual dengan harga Rp20.750 per liter. Begitu pula Dexlite yang masih dibanderol Rp23.000 per liter dan Pertamina Dex tetap Rp24.800 per liter.


Untuk BBM bersubsidi, pemerintah dan Pertamina masih mempertahankan harga jual yang berlaku saat ini. Pertalite (RON 90) tetap dijual Rp10.000 per liter, sedangkan Solar subsidi masih berada di angka Rp6.800 per liter.


Kebijakan kenaikan harga Pertamax dan Pertamax Green ini diperkirakan akan berdampak pada biaya operasional kendaraan pengguna BBM non-subsidi, terutama bagi masyarakat yang selama ini mengandalkan Pertamax sebagai bahan bakar utama kendaraan mereka.(ks01)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X