Jumat, 12 Juni 2026

MAKIN LOYO! Rupiah Nyaris Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Melemah usai Libur Panjang

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Selasa, 2 Juni 2026 | 10:50 WIB
MAKIN LOYO! Rupiah Nyaris Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Melemah usai Libur Panjang. (KlikSoloNews/dok)
MAKIN LOYO! Rupiah Nyaris Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Melemah usai Libur Panjang. (KlikSoloNews/dok)

JAKARTA, KLIKSOLONEWS.COM – Nilai tukar rupiah kembali tertekan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa, 2 Juni 2026.


Mata uang Garuda dibuka melemah ke level Rp17.879 per dolar AS, mendekati ambang psikologis Rp18.000 per dolar AS.


Berdasarkan data perdagangan pagi, rupiah terkoreksi 74 poin atau sekitar 0,42 persen dibandingkan posisi penutupan sebelumnya. Pelemahan ini terjadi setelah libur panjang dan di tengah menguatnya mata uang dolar AS di pasar global.


Penguatan dolar AS dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah serta data ekonomi Amerika Serikat yang menunjukkan kinerja lebih baik dari perkiraan pasar.


Analis mata uang dari DOO Financial Futures, Lukman Leong, menilai sentimen global masih menjadi faktor utama yang menekan pergerakan rupiah dalam jangka pendek.


Menurutnya, dolar AS menguat setelah muncul pernyataan dari Iran yang menghentikan perundingan damai dengan Amerika Serikat dan berencana menutup Selat Hormuz, jalur penting perdagangan energi dunia.


Selain faktor geopolitik, data sektor manufaktur AS yang lebih kuat dari ekspektasi juga turut memperkuat posisi dolar terhadap berbagai mata uang dunia.



Pergerakan Mata Uang Asia Hari Ini


Di kawasan Asia, pergerakan mata uang terhadap dolar AS terlihat bervariasi.


Beberapa mata uang yang menguat antara lain Yuan China naik 0,02 persen dan Ringgit Malaysia relatif stabil.


Sementara sejumlah mata uang lainnya mengalami pelemahan Peso Filipina turun 0,03 persen, Dolar Singapura melemah 0,01 persen, Yen Jepang terkoreksi 0,03 persen, Won Korea Selatan turun 0,16 persen dan Dolar Hong Kong melemah 0,01 persen.


Pergerakan mata uang utama dunia juga menunjukkan tren yang beragam.




  • Euro menguat 0,01 persen terhadap dolar AS.

  • Poundsterling Inggris melemah 0,01 persen.

  • Dolar Australia turun 0,06 persen.

  • Dolar Kanada melemah 0,06 persen.

  • Franc Swiss terkoreksi 0,03 persen.


Kondisi ini menunjukkan dominasi dolar AS yang masih cukup kuat di pasar keuangan global. (ks01)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X