SOLO, KLIKSOLONEWS.COM – Komunitas suporter Persis Solo, Pasoepati Gempass, kembali menggelar kegiatan religi bertajuk Gempass Bersholawat Jilid 2 yang akan berlangsung di Alun-alun Selatan Keraton Surakarta, Sabtu (20/6/2026) malam mulai pukul 19.00 WIB.
Acara tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 Pasoepati Gema Pasoepati Solo Sport (GEMPASS) Korwil Pasarkliwon, Kota Solo.
Sejumlah tokoh agama ternama dijadwalkan hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Gus Iqdam (Blitar), Habib Zaidan bin Yahya (Solo), Kyai Lora Panglima Jaya (Madura) dan Mbah Lepo (Solo), dan menghadirkan Hadrah Sekar Langit.
Kehadiran para ulama diharapkan mampu menghadirkan suasana religius sekaligus mempererat persaudaraan di kalangan suporter sepak bola.
Penasihat Hukum Pasoepati GEMPASS, BRM Dr Kusumo Putro SH MH, berharap kegiatan bersholawat tersebut dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat positif bagi seluruh peserta yang hadir.
Menurutnya, kegiatan keagamaan seperti Gempass Bersholawat menjadi bukti suporter pendukung Persis Solo tidak hanya identik dengan dukungan di stadion, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap nilai-nilai spiritual dan kebersamaan.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan Pasoepati tidak hanya hadir sebagai pendukung tim sepak bola, tetapi juga memiliki semangat religius dan agamis yang dapat menjadi contoh positif bagi masyarakat,” ujarnya Kusumo Putro yang dikenal sebagai pengacara kondang di Kota Solo, Sabtu (20/6/2026)..
Membangun Citra Suporter yang Santun dan Profesional
Kegiatan Gempass Bersholawat juga menjadi momentum untuk mengajak para suporter agar semakin dewasa, santun, dan profesional dalam mendukung tim kesayangan mereka.
Selama ini, Pasoepati dikenal sebagai salah satu kelompok suporter terbesar di Indonesia yang memiliki peran penting dalam perkembangan budaya suporter di Solo Raya.
Melalui pendekatan keagamaan, diharapkan tercipta atmosfer yang lebih kondusif dan penuh persaudaraan di kalangan pecinta sepak bola.
Selain menjadi sarana mempererat ukhuwah, acara tersebut juga membawa pesan bahwa dunia suporter dapat berjalan seiring dengan nilai-nilai keagamaan, toleransi, dan ketertiban.