Jumat, 12 Juni 2026

Solo Kota Seni dan Budaya, Kusumo Putro: Miris Melihat Kostum Kethoprak Usang dan Tidak Pernah Diganti

Photo Author
Administrator, KlikSoloNews.com
- Sabtu, 13 Maret 2021 | 00:55 WIB
SOLO, KLIKSOLONEWS.COM - Solo merupakan salah satu kota di Indonesia yang mempunyai icon Kota Seni dan Budaya. Masyarakat di Kota Solo dituntut lebih kreatif dalam mengekspresikan budaya ke dalam berbagai desain agar budaya tradisional Solo tidak terkikis seiring perkembangan jaman.

Kethoprak menjadi salah satu budaya kebanggan warga Kota Solo. Namun bencana pandemi Covid-19 sempat membuat pertunjukan kethoprak di Kota Solo terhenti.



Kini, diijinkannya kembali pagelaran dan event-event berbasis seni budaya, membuat para pelaku kesenian Kethoprak Balekambang ingin bangkit kembali. Namun bangkitnya pertunjukan tersebut, saat ini sangat butuh perhatian khusus dari pemerintah Kota Solo.

Ketua Dewan Pemerhati dan Penyelamat Seni Budaya Indonesia (DPPSBI) BRM Kusumo Putro mengaku miris melihat kostum Kethoprak Balekambang yang saat ini sudah usang, dan sejak tahun 2010 tidak pernah berganti.

“Pemkot Solo seharusnya beri dukungan penuh kepada para pelaku seni budaya. Seharusnya semua sarana prasarana dilengkapi dan diganti dengan yang baru dan modern," kata Kusumo saat dihubungi Kliksolonews, Jumat (12/3/2021).

Kusumo juga prihatin, jika nanti pertunjukan Kethoprak Balekambang yang dipenuhi penonton, tampil dengan panggung dan sound sistem yang belum memadai.

“Perhatian khusus dari pemerintah Kota Solo sangat dibutuhkan, pemerintah wajib melakukan terobosan terutama pada anggaran, agar Ketoprak Balekambang yang merupakan hiburan murah meriah bagi warga tetap eksis,” urainya.

Agar tetep lestari, Kusumo mendorong pemerintah Kota Solo agar pertunjukan Kethoprak Balekambang bisa dimainkan setiap hari. Menurutnya hal tersebut bisa mendongkrak sektor pariwisata di Kota Solo dan bisa meningkatkan tingkat kesejahteraan masyarakat Solo.

“Di Solo tinggal dua pagelaran yang sifatnya rutin digelar malam hari, yaitu Wayang Orang dan Kethoprak. Kedua pagelaran tersebut seharusnya terus di publikasi agar tidak hilang diterjang masuknya budaya-budaya asing,” tegasnya.

-


Kusumo yang juga sebagai Ketua Yayasan Forum Budaya Mataram (FBM) berharap Pemkot Solo tidak melupakan ciri khas seni dan budayanya.

“Seharusnya pemkot mewajibkan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kota Solo untuk menonton dan turut handarbeni terhadap seni budaya wayang orang dan kethoprak di Kota Solo,” Ucapnya.

-


Ia juga berharap Taman Balekambang yang mempunyai pengunjung terbesar di Jawa Tengah setelah Candi Borobudur, dijadikan tempat pelatihan dan pusat seni budaya di Kota Solo. (KS02-02)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Administrator

Tags

Terkini

X