PARIS, KLIKSOLONEWS.COM — Industri penerbangan dunia kembali diguncang. Airbus, produsen pesawat asal Eropa, mengumumkan penarikan mendesak 6.000 unit pesawat A320 pada 28 November 2025. Jumlah ini setara dengan separuh armada A320 yang saat ini beroperasi di seluruh dunia.
Langkah ini diambil setelah Airbus menemukan masalah teknis serius yang berpotensi membahayakan keselamatan dan mengganggu jadwal penerbangan global.
Penarikan Airbus 320 ini menjadi salah satu yang terbesar dalam sejarah perusahaan yang telah berdiri selama 55 tahun, terutama beberapa pekan setelah A320 resmi menggantikan Boeing 737 sebagai pesawat komersial paling banyak diproduksi dan dipasarkan.
Diperkirakan 3.000 unit A320 sedang aktif terbang ketika notifikasi penarikan dikirimkan ke lebih dari 350 operator maskapai di seluruh dunia.
Pemicunya Insiden JetBlue
Sumber industri yang dikutip Reuters mengungkap, keputusan penarikan ini dipicu oleh insiden JetBlue pada rute Cancun–Newark, AS, 30 Oktober 2025.
Pesawat A320 mengalami penurunan ketinggian mendadak, menyebabkan beberapa penumpang terluka dan pesawat melakukan pendaratan darurat di Tampa, Florida.
Investigasi intensif dilakukan oleh Badan Penerbangan Federal AS (FAA) dan Badan Keselamatan Penerbangan Eropa (EASA).
Penilaian awal Airbus menunjukkan adanya anomali serius pada sistem autopilot, di mana pesawat menukik meski pilot tidak menginput perintah apa pun.
Langkah penarikan massal ini menegaskan pentingnya keselamatan penerbangan global dan akan berdampak pada jadwal operasional maskapai internasional dalam beberapa pekan mendatang.(KS01)