Jumat, 12 Juni 2026

UMKM Jawa Tengah Tembus Pasar Global, Gubernur Lepas Ekspor Rp 10,1 Miliar

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Senin, 1 Desember 2025 | 08:30 WIB
UMKM Jawa Tengah Tembus Pasar Global, Gubernur Lepas Ekspor Rp 10,1 Miliar. (KlikSoloNews/dok)
UMKM Jawa Tengah Tembus Pasar Global, Gubernur Lepas Ekspor Rp 10,1 Miliar. (KlikSoloNews/dok)

SEMARANG, KLIKSOLONEWS.COM — Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Jawa Tengah terus menorehkan prestasi di pasar global.

Sabtu (29/11/2025), Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi melepas ekspor berbagai produk UMKM senilai Rp 10,1 miliar dari Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.

Produk yang dikirim ke luar negeri meliputi sarang burung walet, ikan pari, keripik udang, kopi, cincau, kapulaga, serta beragam komoditas lokal lain.

Seluruh produk ini merupakan hasil kerja para petani dan UMKM yang tergabung dalam Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dan dibina Badan Karantina Indonesia (Barantin).

Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan dukungan penuh Pemprov Jateng bagi pengembangan UMKM, yang menurutnya adalah tulang punggung ekonomi daerah.

“Produk unggulan Jawa Tengah banyak sekali. Jangan berpikir ekspor itu hanya untuk perusahaan besar. UMKM kita boleh dan mampu melakukan ekspor,” tegas Ahmad Luthfi.

Pemprov memberikan ruang seluas-luasnya bagi UMKM untuk naik kelas, termasuk melalui pendampingan karantina agar produk memenuhi standar ekspor.

“Kita punya banyak komoditas, termasuk ikan cupang, bawang merah, sarang burung walet, ikan, dan lainnya. Semua punya daya saing,” imbuhnya.

Ia berharap nilai ekspor UMKM terus meningkat seiring pendampingan dari Barantin dan dukungan kondisi keamanan yang kondusif.

Hal ini turut mendorong pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah, yang pada Triwulan III 2025 tercatat 5,37 persen (yoy), lebih tinggi dari rata-rata nasional 5,04 persen.

Ketua Barantin, Sahat, menjelaskan lembaganya kini tidak hanya melakukan sertifikasi, tetapi juga mendampingi UMKM agar siap ekspor. Menurutnya, banyak komoditas lokal yang dibutuhkan negara tujuan dengan standar tertentu.

Hingga November 2025, nilai ekspor Jawa Tengah mencapai Rp 18,2 triliun dengan 24.935 sertifikasi karantina. Tahun sebelumnya, nilai ekspor sebesar Rp 19,5 triliun, dan Barantin menargetkan Rp 20 triliun pada 2026.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Abdul Haris menekankan pentingnya membenahi persepsi masyarakat bahwa ekspor itu rumit.

“Banyak warga yang ingin ekspor tetapi takut duluan karena merasa prosesnya ribet. Ini salah persepsi. Karantina dan Bea Cukai harus mendekat ke masyarakat,” jelas Abdul Haris.

Dengan dukungan pemerintah dan pendampingan yang tepat, UMKM Jawa Tengah diharapkan makin kuat menembus pasar global, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.(KS01)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X