Jumat, 12 Juni 2026

Soloraya Great Sale 2025 Diapresiasi Nasional, Jadi Role Model Aglomerasi Ekonomi Daerah

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Senin, 4 Agustus 2025 | 12:30 WIB
Soloraya Great Sale 2025 Diapresiasi Nasional, Jadi Role Model Aglomerasi Ekonomi Daerah
Soloraya Great Sale 2025 Diapresiasi Nasional, Jadi Role Model Aglomerasi Ekonomi Daerah

KARANGANYAR, KLIKSOLONEWS.COM — Kesuksesan Soloraya Great Sale (SGS) 2025 tak hanya mencatatkan rekor nilai transaksi fantastis, tetapi juga melahirkan model kolaborasi ekonomi daerah yang siap direplikasi secara nasional.

Event yang melibatkan tujuh kabupaten/kota di wilayah Soloraya ini kini dipandang sebagai percontohan ideal dalam membangun kekuatan ekonomi daerah berbasis aglomerasi.

Penutupan SGS 2025 yang digelar di De Tjolomadoe, Kabupaten Karanganyar, pada Minggu 3 Agustus 2025, malam, dihadiri tokoh-tokoh penting seperti Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi dan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Bakrie.

“Soloraya berhasil menunjukkan bagaimana sinergi antarwilayah bisa menghasilkan dampak ekonomi yang signifikan. Ini bukan hanya soal diskon atau belanja, tapi tentang bagaimana konsep trade, tourism, and investment (TTI) dijalankan secara konkret,” ungkap Anindya.

SGS 2025 ditutup dengan total nilai transaksi hampir Rp10,7 triliun, terdiri dari 5,4 juta transaksi, termasuk kontribusi UMKM dan pasar tradisional.

Tak kurang dari Rp222 miliar berasal dari UMKM dan Rp350 miliar dari pasar tradisional. Sementara itu, transaksi berbasis QRIS menyumbang angka signifikan mencapai Rp3,7 triliun.

Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan bahwa keberhasilan SGS menjadi bukti nyata konsep collaborative government yang berjalan efektif. Tujuh daerah di Soloraya bersatu tanpa ego sektoral, dan hasilnya bisa dirasakan secara luas.

“Soloraya ini akan jadi cetak biru. Tahun depan, kami dorong replikasi ke Pati Raya, Pekalongan Raya, hingga Semarang Raya. Ini bukan lagi tentang satu wilayah, tapi tentang bagaimana menciptakan sentra-sentra ekonomi baru di Jawa Tengah,” tegas Luthfi.

Ia menambahkan, langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang menjadikan Jawa Tengah sebagai pusat pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan posisi geografis strategis di tengah Pulau Jawa, provinsi ini disebut Luthfi sebagai “pakunya Nusantara”.

Seiring laju kegiatan ekonomi, investasi di Jawa Tengah pun menunjukkan tren positif. Pada triwulan II 2025 saja, nilai investasi yang masuk telah menyentuh Rp45,2 triliun.

Gubernur menyebut capaian ini sebagai fondasi untuk mendukung program swasembada pangan serta membuka ruang kerja baru.

“Saat aglomerasi kuat, ekspansi ke luar Jawa Tengah jadi lebih mudah. Kita tidak bisa terus bergerak sendiri-sendiri. Kolaborasi akan jadi kunci,” ujarnya.

Kadin: Ini Bisa Jadi Gerakan Nasional

Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie mengapresiasi penuh gerakan SGS 2025 yang dinilai selaras dengan misi besar Kadin dalam membangun perekonomian daerah.

Menurutnya, keberhasilan Soloraya bisa menjadi inspirasi provinsi lain dalam menggerakkan UMKM, meningkatkan transaksi, dan menarik investasi dalam waktu singkat.

“Kadin siap mendukung jika SGS ini dikembangkan secara nasional. Retret Kadin di Akmil minggu depan akan membahas bagaimana kita bisa memperluas konsep semacam ini ke daerah-daerah lainnya,” pungkas Anindya.

Ketua Pelaksana SGS 2025, Ferry S Indiarto, menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendorong kesuksesan acara ini. Ia berharap, tahun depan SGS bisa hadir dengan skala yang lebih besar dan dampak yang lebih luas lagi.

“SGS ini bukan hanya tentang nilai transaksinya, tapi tentang bagaimana semua pihak bekerja bersama, dari pemkab hingga pedagang pasar. Semoga semangat ini bisa terus menyebar ke seluruh Jawa Tengah dan bahkan Indonesia,” ujarnya.(ks01)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X