Sabtu, 13 Juni 2026

SKK Migas Optimistis Target Lifting Minyak 605.000 Barel per Hari Tercapai di 2025

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Jumat, 4 Juli 2025 | 11:15 WIB
SKK Migas Optimistis Target Lifting Minyak 605.000 Barel per Hari Tercapai di 2025. (KlikSoloNews/dok)
SKK Migas Optimistis Target Lifting Minyak 605.000 Barel per Hari Tercapai di 2025. (KlikSoloNews/dok)

JAKARTA, KLIKSOLONEWS.COM  — Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyatakan optimistis target lifting minyak sebesar 605.000 barel per hari (bph) yang tercantum dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 akan tercapai.

Optimisme tersebut didorong oleh peningkatan produksi dari Blok Cepu dan Medco, serta strategi tambahan seperti pengaktifan kembali sumur-sumur lama milik ExxonMobil.

“Hingga Mei 2025, realisasi lifting minyak telah mencapai 567.900 bph, atau sekitar 94 persen dari target tahunan,” ungkap Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi VII DPR RI di Jakarta, Selasa 1 Juli 2025, dilansir Voiceofnusantara, jejaring KlikSoloNews.

Djoko menjelaskan bahwa tambahan produksi dari Blok Cepu yang baru diresmikan akan mulai terlihat dampaknya pada Juli 2025. Produksi diperkirakan bertambah sekitar 30.000 barel per hari, yang membuat SKK Migas yakin target APBN dapat terlampaui mulai bulan Juli dan seterusnya.

Selain itu, ExxonMobil disebut telah membuka kembali empat sumurnya, yang diproyeksikan akan menyumbang tambahan produksi sebesar 30.000 bph. Langkah ini menjadi bagian dari strategi fill the gap untuk menutup potensi kekurangan produksi.

Tiga Skenario Produksi hingga Akhir Tahun

Djoko memaparkan tiga skenario proyeksi produksi minyak nasional hingga akhir 2025:

  • Skenario rendah (low case): 601.296 bph

  • Skenario menengah (mid case): 634.807 bph

  • Skenario tinggi (high case): 641.807 bph


“Kalau sumur masyarakat sudah onstream bulan September, kami yakin lifting bisa menembus angka 605.000 bph,” ujarnya.

SKK Migas juga meminta dukungan Komisi VII DPR agar jadwal perawatan fasilitas milik ExxonMobil dapat ditunda hingga Januari 2026. Menurut Djoko, jika perawatan dilakukan saat ini, produksi nasional bisa anjlok hingga 580.000 bph karena operasi harus dihentikan sementara.

“Kami harap perawatan tidak dilakukan tahun ini agar tren positif lifting bisa tetap terjaga,” katanya.(ks01)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X