Jumat, 12 Juni 2026

Surplus Neraca Perdagangan April 2025 Perkuat Ketahanan Eksternal Ekonomi Indonesia

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Selasa, 3 Juni 2025 | 17:30 WIB
Surplus Neraca Perdagangan April 2025 Perkuat Ketahanan Eksternal Ekonomi Indonesia. (KlikSoloNews/dok)
Surplus Neraca Perdagangan April 2025 Perkuat Ketahanan Eksternal Ekonomi Indonesia. (KlikSoloNews/dok)

JAKARTA, KLIKSOLONEWS.COMBank Indonesia (BI) menilai surplus neraca perdagangan Indonesia pada April 2025 memberikan kontribusi positif terhadap ketahanan eksternal perekonomian nasional.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), neraca perdagangan mencatat surplus sebesar 0,16 miliar dolar AS, melanjutkan tren positif setelah mencatat surplus 4,33 miliar dolar AS pada Maret 2025.

“Bank Indonesia memandang surplus neraca perdagangan ini positif untuk menopang ketahanan eksternal perekonomian Indonesia lebih lanjut,” ujar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, dalam pernyataan resmi, Selasa 3 Juni 2025, dilansir Voiceofnusantara, jejaring KlikSoloNews.

Surplus perdagangan April terutama disumbang oleh sektor nonmigas yang membukukan surplus sebesar 1,51 miliar dolar AS. Ekspor nonmigas tetap kuat dengan nilai mencapai 19,57 miliar dolar AS.

Kontribusi utama ekspor berasal dari omoditas berbasis SDA seperti logam mulia serta perhiasan/permata, dan produk manufaktur seperti mesin, perlengkapan elektrik, dan bagiannya

Secara geografis, Tiongkok, Amerika Serikat, dan India masih menjadi pasar utama bagi ekspor nonmigas Indonesia.

Sementara itu, neraca perdagangan migas mencatat defisit sebesar 1,35 miliar dolar AS. Meski masih negatif, angka ini menurun dibanding bulan sebelumnya.

Penurunan ini dipicu oleh turunnya impor migas yang lebih besar dibanding penurunan ekspor, mencerminkan respons terhadap kondisi perdagangan energi global yang masih fluktuatif.

BI menegaskan komitmennya dalam memperkuat sinergi dengan pemerintah dan otoritas terkait untuk meningkatkan ketahanan eksternal perekonomian dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan.

Dengan keberlanjutan surplus dan penguatan koordinasi kebijakan, BI optimistis Indonesia mampu menjaga stabilitas ekonomi di tengah dinamika global yang terus bergerak.(ks01)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X