JAKARTA, KLIKSOLONEWS.COM — PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di Indonesia, khususnya melalui perbaikan infrastruktur jalan desa.
Program ini merupakan bagian dari inisiatif Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BNI yang menitikberatkan pada pemerataan akses dan peningkatan konektivitas antarwilayah.
Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo, menegaskan bahwa infrastruktur jalan merupakan fondasi penting untuk mendukung pertumbuhan di sektor ekonomi, pendidikan, dan layanan kesehatan.
“Ketika akses jalan memadai, peluang masyarakat untuk berkembang akan semakin besar. Inilah yang menjadi semangat utama dari program TJSL BNI,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis 15 Mei 2025.
BNI menargetkan perbaikan jalan di 10 kecamatan hingga 2025, dengan tujuh kecamatan dijadwalkan untuk direalisasikan pada tahun ini.
Sejauh ini, proyek perbaikan jalan telah berjalan di tiga wilayah Kabupaten Sleman, Yogyakarta, serta dua titik di Kabupaten Bekasi, yaitu Tambun Selatan dan Pebayuran. Di Kabupaten Probolinggo, BNI turut membangun jalan melalui program pavingisasi dan rabat beton di tiga kecamatan.
Dengan memperbaiki akses jalan desa, BNI berharap dapat mendorong konektivitas antarwilayah, mempercepat distribusi barang dan jasa, serta memperkuat ketahanan ekonomi lokal.
Okki menyebutkan dukungan sektor swasta terhadap pembangunan infrastruktur merupakan bagian dari tanggung jawab kolektif.
“Ini bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga peran penting dari dunia usaha untuk membangun ekonomi yang merata dan inklusif,” tambahnya.
Di sisi kinerja keuangan, BNI mencatatkan hasil positif pada kuartal I 2025. Laba bersih perusahaan tercatat sebesar Rp5,4 triliun, dengan pendapatan operasional mencapai Rp15,25 triliun atau tumbuh 2,8 persen dibanding periode sebelumnya.
Sektor kredit juga mengalami pertumbuhan signifikan sebesar 10,1 persen yoy menjadi Rp765,47 triliun, dipimpin oleh segmen korporasi yang tumbuh 16 persen.
Sebanyak 56,6 persen portofolio pembiayaan BNI berasal dari kredit korporasi, diikuti oleh segmen konsumer (18,9 persen), menengah (12,6 persen), dan kecil (9,6 persen). Sementara itu, kontribusi pembiayaan dari anak usaha juga meningkat dari 1,6 persen menjadi 2,2 persen.
Dari sisi penghimpunan dana, Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 5 persen yoy menjadi Rp819,6 triliun, dengan dana murah (CASA) naik 6,3 persen.
Angka ini mencerminkan solidnya kepercayaan masyarakat terhadap kinerja BNI di tengah upaya mereka mendorong pembangunan berkelanjutan.(KS01)