Jumat, 12 Juni 2026

Kadin Dorong Lapangan Kerja Baru untuk Redam Dampak PHK Industri

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Kamis, 15 Mei 2025 | 11:00 WIB
Kadin Dorong Lapangan Kerja Baru untuk Redam Dampak PHK Industri. (KlikSoloNews/dok)
Kadin Dorong Lapangan Kerja Baru untuk Redam Dampak PHK Industri. (KlikSoloNews/dok)

JAKARTA, KLIKSOLONEWS.COM — Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menegaskan komitmennya dalam mendorong penciptaan lapangan kerja baru dan pertumbuhan wirausaha produktif guna meredam dampak pemutusan hubungan kerja (PHK) di sektor industri.

Hal ini disampaikan Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie, merespons dinamika global termasuk isu PHK oleh Panasonic.

“Bagaimanapun juga, PHK tentu akan berdampak. Tugas kita adalah mengompensasi hal tersebut dengan menciptakan lapangan kerja baru dan melahirkan pengusaha-pengusaha baru,” ujar Anindya saat meresmikan Kantor Pusat Konsultasi dan Pendampingan Satgas MBG Gotong Royong Kadin di Jakarta, Selasa 13 Mei 2025 dilansir Voiceofnusantara, jejaring KlikSoloNews.

Anindya menyebut bahwa PHK bisa terjadi akibat perlambatan ekonomi, disrupsi teknologi, hingga kebijakan global tertentu. Oleh karena itu, semua pemangku kepentingan diharapkan dapat menghadapi tantangan ini dengan pendekatan konstruktif dan kolaboratif.

Kadin melihat peluang untuk memperkuat ketahanan industri nasional melalui pemberdayaan ekonomi, pemerataan peluang usaha, dan peningkatan daya saing wirausaha lokal. Menurut Anindya, dengan pertumbuhan ekonomi 5–6 persen per tahun, Indonesia berpotensi menciptakan sekitar 2,5 juta lapangan kerja baru.

Selain fokus pada penciptaan lapangan kerja domestik, Kadin juga aktif menjajaki peluang ekspor melalui diplomasi tarif dagang, yang dinilai mampu membuka akses pasar luar negeri bagi industri lokal.

Strategi ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi nasional sekaligus menyerap lebih banyak tenaga kerja.

“Kalau kita bisa memainkan strategi ini dengan cermat, akan ada banyak peluang ekspor yang terbuka, dan itu akan mendorong penciptaan lapangan kerja baru,” ungkap Anindya.

Sementara itu, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memastikan gelombang PHK global oleh Panasonic Holdings tidak berdampak pada operasi Panasonic di Indonesia.

Juru Bicara Kemenperin, Febri Hendri Antoni Arif, menjelaskan bahwa Indonesia masih menjadi basis produksi strategis bagi Panasonic di Asia Tenggara, dengan jangkauan ekspor ke lebih dari 80 negara.

Namun, Febri mengakui bahwa saat ini utilisasi industri elektronik nasional turun ke level 50,64 persen pada triwulan I 2025. Sebagai perbandingan, sebelum pandemi COVID-19, utilisasi sektor ini mencapai 75,6 persen.

“Ini menjadi pengingat bahwa pelaku industri dan tenaga kerja harus terus beradaptasi dan melakukan transformasi agar tetap relevan dan kompetitif,” pungkas Febri.(KS01)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X