Jumat, 12 Juni 2026

Pelaku Usaha Desak Pembukaan Penerbangan Internasional di Bandara Ahmad Yani Semarang

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Sabtu, 10 Mei 2025 | 11:00 WIB
Pelaku Usaha Desak Pembukaan Penerbangan Internasional di Bandara Ahmad Yani Semarang. (KlikSoloNews/dok)
Pelaku Usaha Desak Pembukaan Penerbangan Internasional di Bandara Ahmad Yani Semarang. (KlikSoloNews/dok)

SEMARANG, KLIKSOLONEWS.COM — Para pelaku usaha di Jawa Tengah mendorong percepatan pembukaan rute penerbangan internasional dari dan menuju Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang.


Dorongan ini muncul sebagai respons atas tingginya intensitas perjalanan luar negeri kalangan bisnis serta pentingnya konektivitas udara langsung bagi kegiatan investasi.


Permintaan tersebut terungkap dari hasil Survey of Overseas Travel Intensity of Business Actors yang dilakukan oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jawa Tengah.


Survei mencatat bahwa dari 172 responden, sebanyak 98 orang memilih Bandara Ahmad Yani sebagai bandara kedatangan utama. Menariknya, 78 dari responden tersebut berasal dari Tiongkok, sisanya dari Taiwan, Hongkong, Korea, dan Indonesia.


Sementara itu, survei keberangkatan menunjukkan dari 167 responden, 95 orang memilih berangkat melalui Bandara Ahmad Yani.


Sebagian besar atau 90 orang di antaranya berasal dari Tiongkok, sedangkan sisanya dari negara-negara seperti Singapura, Hongkong, Taiwan, Vietnam, Eropa, Australia, dan lainnya.


Kepala DPMPTSP Jateng, Sakina Rosellasari, menegaskan bahwa pembukaan rute internasional sangat krusial, terlebih karena besarnya nilai investasi Penanaman Modal Asing (PMA) di provinsi ini.


"Tahun 2024, investasi terbesar berasal dari Singapura dengan nilai mencapai Rp8,67 triliun. Ditambah lagi, Singapura memiliki aset strategis di KEK Kendal, sehingga konektivitas langsung sangat dibutuhkan," jelasnya.


Sakina menyebut bahwa dibukanya kembali status internasional Bandara Ahmad Yani per 25 April 2025 merupakan langkah besar. Penetapan ini resmi berdasarkan Surat Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 26 Tahun 2025.


“Kami berharap rute internasional tidak hanya terbatas pada Singapura-Semarang, tetapi juga ke negara mitra investasi besar seperti Tiongkok, Taiwan, dan Korea Selatan,” tambahnya.


Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyambut baik kembalinya status internasional Bandara Ahmad Yani. Ia berharap bandara ini bisa menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi daerah.


“Tingkatkan daya ungkit perekonomian dan tentu mampu menyejahterakan masyarakat Jawa Tengah,” ujarnya.


Tiga maskapai, yakni AirAsia, Scoot, dan Malindo, telah menyatakan ketertarikan membuka rute internasional ke Semarang. Pemerintah daerah mendorong PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) untuk menjalin komunikasi aktif dengan maskapai-maskapai tersebut.


Fasilitas pendukung seperti imigrasi, bea cukai, dan karantina kini telah menyiagakan personel dengan sistem shift. Sektor pariwisata dan dunia usaha juga telah mempersiapkan kegiatan pendukung guna menyambut tamu internasional secara optimal.(ks01)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X