Sabtu, 13 Juni 2026

Investasi di Jateng Tembus Rp 21 Triliun di Triwulan I 2025, Gubernur Ahmad Luthfi: Ini Luar Biasa!

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Selasa, 6 Mei 2025 | 21:05 WIB
Investasi di Jateng Tembus Rp 21 Triliun di Triwulan I 2025, Gubernur Ahmad Luthfi: Ini Luar Biasa. (KlikSoloNews/dok Pemprov Jateng)
Investasi di Jateng Tembus Rp 21 Triliun di Triwulan I 2025, Gubernur Ahmad Luthfi: Ini Luar Biasa. (KlikSoloNews/dok Pemprov Jateng)

SEMARANG, KLIKSOLONEWS.COM — Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyatakan optimismenya terhadap pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah setelah mencatatkan realisasi investasi sebesar Rp 21,848 triliun pada triwulan pertama tahun 2025.

Capaian ini dinilai sebagai sinyal kuat bahwa iklim investasi di Jateng semakin kondusif dan menjanjikan.

“Investasi di Jawa Tengah saat ini sedang galak-galaknya. Dari sisi keamanan, ketertiban, dan perizinan, semua sudah kita siapkan. Ini jadi jaminan bahwa Jateng siap menyambut investor,” ujar Luthfi saat membuka Central Java Investment Business Forum (CJIBF) dan puncak acara UMKM Gayeng 2025 di Hotel Tentrem, Semarang, Senin 5 Mei 2025.

Berdasarkan data dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Tengah, total investasi tersebut terdiri dari Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp 14,08 triliun dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp 7,26 triliun.

Dari 20.431 proyek yang terealisasi, investasi ini berhasil menyerap 97.550 tenaga kerja atau 16,4% dari total nasional.

PMA paling banyak masuk ke sektor padat karya seperti alas kaki, tekstil, plastik, dan karet. Sementara itu, PMDN terkonsentrasi pada sektor kawasan industri, perkantoran, dan makanan.

Luthfi menekankan pentingnya CJIBF sebagai forum tahunan yang strategis, bukan sekadar ajang pertemuan bisnis, tetapi juga ruang kolaborasi lintas sektor dan negara.

“Beberapa perusahaan sudah menandatangani kerja sama antardaerah hingga antarnegara. Ini membuktikan bahwa CJIBF bukan hanya seremoni, tapi forum nyata untuk pertumbuhan investasi Jateng,” katanya.

Ia menjelaskan keberhasilan investasi juga ditopang oleh infrastruktur yang terus dikembangkan, seperti jalan tol Trans Jawa, pelabuhan internasional Tanjung Emas dan Tanjung Intan, serta jalur kereta api yang menghubungkan kota-kota strategis.

Bandara Ahmad Yani kembali beroperasi sebagai bandara internasional, didukung oleh Adi Soemarmo dan bandara lainnya.

Selain itu, upah minimum kabupaten/kota (UMK) yang kompetitif serta tersedianya lahan industri dalam skala besar seperti KEK Kendal, Industropolis Batang, dan Kawasan Industri Wijayakusuma menjadi daya tarik tersendiri bagi investor.

“Jawa Tengah ini letaknya strategis, di tengah. Jadi, Jawa Barat, Jawa Timur, dan DKI punya kontribusi dalam membesarkan Central of Java,” tegasnya.

=Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Rahmat Dwisaputra, menambahkan bahwa investasi telah menjadi motor penggerak utama pertumbuhan ekonomi Jateng.

Pada 2024, ekonomi Jateng tumbuh 4,95% dan investasi menyumbang 30,53% dari Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), dengan pertumbuhan sebesar 6,55%.

Acara CJIBF dan UMKM Gayeng 2024 mencatatkan letter of intent sebesar Rp 13,32 triliun serta transaksi perdagangan Rp 12 miliar.

Tahun ini, CJIBF mengangkat tema “Central Java Raising: Connecting Heritage Business and Investment for Green and Sustainable Growth” yang sejalan dengan visi Asta Cita untuk menuju swasembada pangan dan energi secara berkelanjutan.

Melalui forum ini, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berharap investasi tidak hanya tumbuh secara kuantitas, tapi juga berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat, pemerataan pembangunan, serta terciptanya ekonomi hijau dan inklusif.(KS01)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X