Jumat, 12 Juni 2026

Arab Saudi Gandeng Indonesia Kembangkan Sektor Pertambangan Strategis

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Sabtu, 19 April 2025 | 20:14 WIB
Arab Saudi Gandeng Indonesia Kembangkan Sektor Pertambangan Strategis. (KlikSoloNews/dok)
Arab Saudi Gandeng Indonesia Kembangkan Sektor Pertambangan Strategis. (KlikSoloNews/dok)

JAKARTA, KLIKSOLONEWS.COM – Pemerintah Arab Saudi membuka peluang kerja sama dengan Indonesia dalam sektor pertambangan, terutama di bidang eksplorasi dan survei geologi.

Komitmen ini disampaikan langsung oleh Menteri Perindustrian dan Sumber Daya Mineral Arab Saudi, Bandar Al-Khorayef, saat berkunjung ke Jakarta pada Kamis 17 April 2025.

“Indonesia memiliki pengalaman yang baik dalam eksplorasi dan survei geologi. Kami sangat menantikan kerja sama dengan institusi dari Indonesia,” ujar Al-Khorayef dalam konferensi pers bersama.

Inisiatif ini merupakan bagian dari implementasi Visi 2030 Arab Saudi, program ambisius yang digagas Putra Mahkota Mohammed bin Salman untuk mendiversifikasi perekonomian dan mengurangi ketergantungan terhadap minyak. Sektor pertambangan menjadi salah satu fokus utama dalam upaya transformasi ini.

Meski belum menetapkan jenis mineral tertentu sebagai prioritas, Al-Khorayef mengungkapkan bahwa Arab Saudi tengah menyiapkan berbagai infrastruktur dan regulasi untuk mendorong pertumbuhan industri pertambangan.

“Jenis mineralnya masih kami godok, tergantung arah industrialisasi ke depan,” jelasnya. Ia juga menyoroti pentingnya dukungan pembiayaan dan perbankan dalam mempercepat ekspansi sektor ini, mengingat permintaan global terhadap mineral kritis semakin tinggi.

Sebagai langkah konkret, Indonesia dan Arab Saudi telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) terkait pengembangan sektor pertambangan. Penandatanganan dilakukan Menteri ESDM Indonesia, Bahlil Lahadalia dan Menteri Al-Khorayef di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta.

Kerja sama ini akan difokuskan pada pengembangan mineral kritis seperti nikel, bauksit, dan mangan, yang kini menjadi komoditas strategis dalam industri teknologi dan energi bersih.

“Mereka ingin berekspansi dari sektor minyak ke sektor mineral. Ini peluang strategis yang harus dimanfaatkan,” ujar Bahlil usai menghadiri rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara.

Kemitraan ini diharapkan tak hanya memperkuat hubungan bilateral kedua negara, tetapi juga memperkokoh posisi Indonesia dalam rantai pasok global mineral strategis, seiring meningkatnya permintaan dunia terhadap bahan baku industri masa depan.(KS01)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X