Jumat, 12 Juni 2026

Indonesia dan AS Sepakati Tenggat 60 Hari untuk Rampungkan Negosiasi Tarif Impor

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Sabtu, 19 April 2025 | 20:02 WIB
Indonesia dan AS Sepakati Tenggat 60 Hari untuk Rampungkan Negosiasi Tarif Impor. (KlikSoloNews/dok)
Indonesia dan AS Sepakati Tenggat 60 Hari untuk Rampungkan Negosiasi Tarif Impor. (KlikSoloNews/dok)

JAKARTA, KLIKSOLONEWS.COM – Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat menyepakati tenggat waktu 60 hari untuk menyelesaikan perundingan terkait tarif impor resiprokal.

Kesepakatan ini diumumkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers di Washington DC, Kamis 18 April 2025, yang juga dipantau secara daring dari Jakarta.

Dalam pernyataannya, Airlangga menjelaskan bahwa kedua negara telah menyusun kerangka acuan pembahasan yang mencakup tiga aspek utama: kemitraan perdagangan dan investasi, kerja sama mineral kritis, serta ketahanan rantai pasok.

Ketiga sektor ini akan menjadi fondasi dalam negosiasi lanjutan yang direncanakan berlangsung dalam satu hingga tiga putaran pertemuan.

“Negosiasi akan dilanjutkan dengan beberapa pertemuan, satu hingga tiga putaran, untuk memastikan kesepakatan tersebut bisa tercapai dalam 60 hari,” ujar Airlangga dilansir Voiceofnusantara, jejaring KlikSoloNews.

Sebagai bagian dari upaya intensifikasi dialog, delegasi Indonesia telah mengadakan pertemuan dengan sejumlah pejabat tinggi AS.

Di antaranya adalah Secretary of Commerce Howard Lutnick, US Trade Representative (USTR) Jamieson Greer, serta Menteri Luar Negeri Marco Rubio. Dijadwalkan, pertemuan dengan Menteri Keuangan AS Scott Bessent akan berlangsung pekan depan.

Airlangga menegaskan bahwa komunikasi aktif dan terbuka dengan mitra AS terus dijaga untuk mempercepat tercapainya kesepakatan yang saling menguntungkan.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi juga mengadakan pertemuan bilateral dengan Menlu Marco Rubio pada Rabu  16 April 2025.

Dalam kesempatan itu, kedua pihak menegaskan komitmen memperkuat kemitraan strategis, khususnya dalam bidang politik, keamanan, serta perdagangan dan investasi. Retno juga menyoroti pentingnya kemudahan investasi di sektor-sektor vital seperti mineral kritis, termasuk nikel.

Langkah negosiasi ini menjadi respons konkret Indonesia atas kebijakan tarif resiprokal yang diumumkan Presiden AS Donald Trump pada 2 April 2025. Dalam kebijakan tersebut, produk dari Indonesia dikenai tarif impor sebesar 32 persen — tarif tertinggi dibanding negara ASEAN lainnya seperti Filipina (17 persen) dan Singapura (10 persen).

Namun pada 9 April, Presiden Trump mengumumkan jeda 90 hari penerapan tarif terhadap sebagian besar negara, termasuk Indonesia, guna memberi ruang bagi penyelesaian negosiasi bilateral.

Dengan waktu yang semakin terbatas, seluruh tim negosiator Indonesia kini berpacu untuk merumuskan kesepakatan yang tidak hanya menekan beban tarif, tetapi juga memperkuat kerja sama jangka panjang antar kedua negara. (ks01)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X