Jumat, 12 Juni 2026

Baznas dan UNDP Perkuat Kolaborasi untuk Dukung Pembangunan Berkelanjutan lewat ZIS

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Sabtu, 12 April 2025 | 10:00 WIB
Baznas dan UNDP Perkuat Kolaborasi untuk Dukung Pembangunan Berkelanjutan lewat ZIS. (KlikSoloNews/dok)
Baznas dan UNDP Perkuat Kolaborasi untuk Dukung Pembangunan Berkelanjutan lewat ZIS. (KlikSoloNews/dok)

JAKARTA, KLIKSOLONEWS.COM – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI menjalin kemitraan strategis dengan United Nations Development Programme (UNDP) untuk mengakselerasi pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) melalui optimalisasi dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di Indonesia.

Kerja sama ini menandai langkah penting dalam menjadikan ZIS tidak hanya sebagai bantuan karitatif, tetapi juga instrumen pembiayaan pembangunan jangka panjang yang inovatif.

“ZIS kini bukan sekadar bantuan langsung, tapi bisa menjadi kekuatan nyata dalam mendukung agenda pembangunan nasional dan global,” ujar Wakil Ketua Baznas RI, Mokhamad Mahdum, Jumat 11 April 2025, dilans

Mahdum menekankan pentingnya memperluas dampak ZIS melalui pemanfaatan teknologi dan replikasi program-program Baznas yang telah terbukti berhasil.

Menurutnya, kolaborasi lintas sektor serta dukungan kementerian dan lembaga sangat krusial untuk mendorong zakat sebagai motor penggerak pembangunan berkelanjutan.

“Kami ingin zakat menjadi kekuatan utama dalam menciptakan perubahan sosial dan ekonomi. Dengan kerja sama ini, Baznas akan berkontribusi lebih besar terhadap pencapaian SDGs,” jelas Mahdum.

Sementara itu, Deputy Resident Representative UNDP Indonesia, Sujala Pantt, menyatakan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk mengembangkan pembiayaan pembangunan berbasis nilai-nilai lokal, seperti zakat.

Ia menyoroti keberhasilan Indonesia dalam inovasi keuangan publik seperti SDG Bond dan Green Sukuk sebagai bukti kesiapan ekosistem pembiayaan pembangunan berkelanjutan.

“Baznas adalah mitra strategis untuk memperluas cakupan pembangunan, terutama dalam menjangkau kelompok rentan,” ungkap Sujala.

UNDP juga memperkenalkan Social Innovation Platform (SIP), sebuah layanan digital berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dirancang untuk membantu perencanaan pembangunan di tingkat desa.

SIP diharapkan dapat disinergikan dengan jaringan dan pengalaman Baznas dalam menjaring pemimpin lokal serta menetapkan wilayah-wilayah prioritas.

Kedua belah pihak sepakat bahwa kolaborasi ini membuka peluang untuk menciptakan dampak yang lebih luas dan berkelanjutan.

Dengan pengelolaan ZIS yang lebih modern dan terintegrasi dengan pendekatan global, Indonesia diharapkan mampu memaksimalkan potensi ekonomi syariah demi kesejahteraan masyarakat.

“Jika didukung bersama, kerja sama ini bisa menjadi model global dalam pemanfaatan zakat untuk pembangunan,” pungkas Sujala. (ks01)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X