Jumat, 19 Juni 2026

Sragen Jadi Daerah dengan Alokasi Pupuk Terbesar di Solo Raya, Ini Rinciannya

Photo Author
Lukas Budi, KlikSoloNews.com
- Kamis, 18 Juni 2026 | 17:00 WIB
Pengukuhan Pengurus Perkumpulan Pengecer Pupuk Indonesia (PPPI) Kabupaten Sragen Tahun 2026. Sragen Jadi Daerah dengan Alokasi Pupuk Terbesar di Solo Raya, Ini Rinciannya. (kliksolonews/dok Pemkab Sragen)
Pengukuhan Pengurus Perkumpulan Pengecer Pupuk Indonesia (PPPI) Kabupaten Sragen Tahun 2026. Sragen Jadi Daerah dengan Alokasi Pupuk Terbesar di Solo Raya, Ini Rinciannya. (kliksolonews/dok Pemkab Sragen)

Secara keseluruhan, total alokasi pupuk bersubsidi untuk Kabupaten Sragen mencapai sekitar 90 ribu ton, menjadikannya daerah dengan alokasi pupuk tertinggi di Solo Raya.

Baca Juga: Polda Jateng Bongkar Produksi Pupuk Palsu, Dua Pabrik di Boyolali Disegel

Meski distribusi pupuk relatif berjalan baik, pemerintah daerah masih menemukan sejumlah persoalan di lapangan, salah satunya praktik penebusan pupuk yang melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET).

Karena itu, keberadaan PPPI diharapkan mampu menjadi wadah komunikasi dan koordinasi antarpengecer untuk menyelesaikan berbagai persoalan distribusi pupuk secara bersama-sama.

“Salah satu permasalahan yang masih kami temui di lapangan adalah penebusan pupuk yang melebihi HET. Karena itu, kami berharap keberadaan PPPI dapat menjadi wadah komunikasi dan koordinasi antarpengecer pupuk, sehingga berbagai persoalan dalam penyaluran dapat diselesaikan bersama dan distribusi pupuk kepada petani semakin tertib,” kata Laksana.

Wadah Koordinasi 331 Pengecer Pupuk

Ketua PPPI Kabupaten Sragen, Sumirin, menjelaskan bahwa pembentukan organisasi tersebut merupakan tindak lanjut dari Peraturan Presiden Nomor 6 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Pupuk Bersubsidi.

Baca Juga: Polres Karanganyar Amankan 4 Pelaku Penjualan Ilegal Pupuk Bersubsidi, Terancam 5 Tahun Penjara

Saat ini terdapat 331 PPTS yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Sragen. Dengan jumlah tersebut, diperlukan wadah organisasi yang mampu memperkuat koordinasi dan menyamakan pemahaman terkait kebijakan penyaluran pupuk bersubsidi.

“Kami berharap PPPI dapat menjadi wadah yang mempererat kebersamaan antar-PPTS, sehingga koordinasi semakin baik dan setiap kebijakan yang berkaitan dengan pupuk bersubsidi dapat dijalankan dengan pemahaman yang sama,” ujar Sumirin. (*)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lukas Budi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X