Kamis, 18 Juni 2026

KEREN! Marsella Wahyu Muntia dari Sragen Ukir Sejarah, Raih Kalpataru Yuvan Berkat Gerakan Restorasi Lingkungan

Photo Author
Lukas Budi, KlikSoloNews.com
- Kamis, 18 Juni 2026 | 12:30 WIB
KEREN! Marsella Wahyu Muntia dari Sragen Ukir Sejarah, Raih Kalpataru Yuvan Berkat Gerakan Restorasi Lingkungan. (kliksolonews/dok Pemkab Sragen)
KEREN! Marsella Wahyu Muntia dari Sragen Ukir Sejarah, Raih Kalpataru Yuvan Berkat Gerakan Restorasi Lingkungan. (kliksolonews/dok Pemkab Sragen)

SRAGEN, KLIKSOLONEWS.COM – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan generasi muda Kabupaten Sragen.

Marsella Wahyu Muntia resmi menerima penghargaan Kalpataru 2026 kategori Kalpataru Yuvan, penghargaan tertinggi di bidang lingkungan hidup yang diberikan pemerintah kepada individu maupun kelompok yang berjasa dalam pelestarian lingkungan.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung Menteri Lingkungan Hidup, Moh Jumhur Hidayat, di Jakarta pada Kamis (11/6/2026).

Penghargaan Kalpataru diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi Marsella dalam menjaga, memulihkan, dan meningkatkan kualitas lingkungan melalui berbagai aksi nyata yang dilakukan di Kabupaten Sragen.

Baca Juga: Sertijab Menteri Lingkungan Hidup, Jumhur Hidayat Tekankan Pendidikan Etika Lingkungan

Menteri Jumhur menyampaikan para penerima Kalpataru merupakan sosok teladan yang bekerja melampaui tanggung jawab biasa demi menjaga kelestarian alam untuk generasi mendatang.

Menurutnya, Kalpataru yang berasal dari bahasa Sansekerta memiliki makna “pohon kehidupan” dan “pohon harapan”, sehingga penghargaan tersebut menjadi simbol penghormatan negara kepada para pegiat lingkungan yang berjuang di garis depan menghadapi berbagai persoalan ekologis.

Para penerima penghargaan dinilai berhasil memberikan dampak nyata dalam menjaga keseimbangan lingkungan dan mendorong partisipasi masyarakat dalam pelestarian alam.

Gerakan Warsa Kelana Pulihkan Lahan Rusak

Penghargaan yang diraih Marsella tidak lepas dari kiprahnya melalui gerakan lingkungan bernama Warsa Kelana.

Gerakan tersebut lahir dari keprihatinannya terhadap kondisi lahan yang mengalami degradasi dan membutuhkan upaya pemulihan secara berkelanjutan.

Melalui Warsa Kelana, Marsella aktif melakukan berbagai kegiatan restorasi lahan, penghijauan, dan penanaman pohon guna mengembalikan fungsi ekologis kawasan yang mengalami kerusakan.

Baca Juga: Wali Kota Respati Ardi dan Menteri Lingkungan Hidup Tinjau TPA Putri Cempo, Fokus Hentikan Open Dumping dan Optimalkan PLTSA

Upaya tersebut tidak hanya berfokus pada penanaman, tetapi juga memastikan tanaman yang ditanam dapat tumbuh dan berkembang dengan baik di lahan yang sebelumnya kurang produktif.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lukas Budi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X