SRAGEN, KLIKSOLONEWS.COM – Pembangunan Sekolah Rakyat 78 di Kecamatan Mondokan, Kabupaten Sragen, dipastikan berjalan sesuai target dan siap digunakan pada tahun ajaran baru yang dimulai Juli 2026.
Kepastian tersebut diperoleh setelah tim dari Kantor Staf Presiden (KSP) melakukan verifikasi lapangan terhadap progres pembangunan sekolah yang menjadi bagian dari program strategis nasional tersebut.
Kunjungan verifikasi dilakukan Kantor Staf Presiden melalui Kedeputian IV Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan yang dipimpin Tenaga Ahli Utama KSP, Armindo Dos Santos Soares, Selasa (16/6/2026).
Rombongan disambut langsung Bupati Sragen, Sigit Pamungkas, Wakil Bupati Sragen Suroto, Sekretaris Daerah Kabupaten Sragen dr. Hargiyanto, serta Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sragen Yuniarti.
Armindo menjelaskan, verifikasi lapangan dilakukan untuk memastikan kesesuaian antara laporan progres pembangunan yang diterima pemerintah pusat dengan kondisi nyata di lokasi proyek.
Menurutnya, hasil pengecekan menunjukkan progres pembangunan berjalan sesuai laporan yang selama ini disampaikan oleh pelaksana proyek.
“Selama ini kami menerima laporan dalam bentuk angka. Hari ini kami hadir untuk mengecek langsung. Setelah kami lihat, progres pembangunan sesuai dengan laporan yang kami terima dan teman-teman di lapangan optimistis Sekolah Rakyat ini dapat digunakan pada 13 Juli mendatang,” ujarnya.
Saat ini progres pembangunan fisik Sekolah Rakyat Sragen telah mencapai sekitar 83,7 persen. Sesuai kontrak kerja, seluruh pekerjaan konstruksi ditargetkan selesai pada 20 Juni 2026, sementara tahap penyelesaian akhir dan penataan fasilitas akan dirampungkan sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai.
Program Prioritas Presiden Prabowo
Armindo menegaskan Sekolah Rakyat merupakan salah satu program prioritas nasional yang mendapat perhatian langsung dari Presiden Prabowo Subianto.
Program ini dirancang untuk memberikan akses pendidikan berkualitas kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu, khususnya kelompok masyarakat kategori desil 1 dan desil 2 yang masuk dalam kelompok berpenghasilan terendah.
“Presiden berharap Sekolah Rakyat ini bisa menjadi sarana bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk mendapatkan pendidikan terbaik yang disiapkan negara,” katanya.
Artikel Terkait
Aksi Cepat Tim Kesehatan Klinik Pratama Kartika 25 Sragen Tangani Peserta Ketarunaan TMMD
Live TikTok Pocong Viral di Sragen, Tiga Pelajar Diamankan Polisi
Polda Jateng Ingatkan Bijak Bermedsos, Konten Viral Pocong Jadi-jadian di Sragen Bisa Diproses Hukum
Hendak Besuk Suami di Lapas Sragen, Wanita Asal Tasikmadu Karanganyar Ketahuan Bawa Sabu dan Obat Terlarang
Pelaku Konten Pocong Viral Sragen Sungkem dan Minta Maaf ke Orangtua
Viral Dompet Hilang di Sragen, Pemilik Gagal Dapatkan Kembali STNK dan SIM Meski Sudah Bertemu Penemu