"Tadi Mas Bupati membeli sarung bantal dan sprei motif jumputan warna merah. Terima kasih Mas Bupati sudah membeli di Radja Sprei, semoga menjadi berkah bagi Mas Bupati dan Radja Sprei," ujar Widya.
Usaha Sprei Jumputan Digeluti Selama Tujuh Tahun
Widya Anggoro mengungkapkan bahwa dirinya telah menekuni usaha pembuatan sprei jumputan selama kurang lebih tujuh tahun.
Berbagai produk yang dipasarkan merupakan hasil jahitan sendiri, mulai dari sprei, sarung bantal, sarung guling, bantal, guling hingga celana berbahan kain motif jumputan.
Menurutnya, produk yang dihasilkan memiliki sejumlah keunggulan, seperti warna yang tidak mudah luntur, menggunakan sistem double karet, serta tidak mudah bergeser saat digunakan.
Baca Juga: Dugaan Korupsi Bantuan Sapi UPPO Klaten Rp18,4 Miliar Dilaporkan ke Polisi
Ia berharap dukungan pemerintah daerah melalui kegiatan promosi seperti Sambung Rasa dapat membantu memperluas pemasaran produknya.
"Semoga UMKM saya semakin maju dan Radja Sprei semakin laris lagi," harapnya.
Kegiatan Sambung Rasa tidak hanya menjadi sarana pelayanan publik dan penyerapan aspirasi masyarakat, tetapi juga menjadi momentum pemberdayaan ekonomi desa melalui promosi produk UMKM.
Dengan dukungan pemerintah daerah dan meningkatnya minat masyarakat terhadap produk lokal, pelaku UMKM diharapkan mampu berkembang lebih pesat serta memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten Klaten.
Keberhasilan UMKM seperti Radja Sprei menjadi bukti kreativitas masyarakat desa mampu menghasilkan produk berkualitas yang memiliki daya saing dan potensi pasar yang luas. (*)
Artikel Terkait
UNS dan Pemprov Jateng Hidupkan Kembali Warisan Empu Keris di Klaten
UNS Berdayakan Warga Klaten Ubah Limbah Onggok Aren Jadi Kompos Organik
Internet Gratis Tingkatkan Jumlah Wisatawan di Desa Kalitalang Klaten
Viral Evakuasi “Nyai” di Umbul Gedaren Klaten, Renovasi Buka Temuan Batuan Candi Kuno
Kades Cucukan Klaten Apresiasi Peran Polri, Jembatan Penghubung Antar Desa Kini Kembali Aktif