Menurut data OJK, perekonomian Jawa Tengah pada triwulan I 2026 tumbuh 5,89 persen secara tahunan, melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di angka 5,61 persen.
Penyaluran kredit UMKM di Jawa Tengah juga mencapai Rp206,54 triliun, sementara kredit sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan tumbuh 2,32 persen.
Di sisi lain, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Noor Nugroho, menegaskan komitmen pihaknya dalam mendukung penguatan ekosistem keuangan yang inklusif dan berkelanjutan melalui perluasan sistem pembayaran digital seperti QRIS dan BI-FAST.
Berbagai program TPAKD Jawa Tengah juga menunjukkan hasil positif. Program Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (Gencarkan) telah menjangkau sekitar 7 juta peserta melalui lebih dari 4.000 kegiatan edukasi.
Sementara Program Ayo Jateng Menabung berhasil mencatatkan 8,6 juta rekening pelajar dengan total simpanan mencapai Rp1,8 triliun.
Selain itu, Program Kredit Melawan Rentenir telah menyalurkan pembiayaan dengan outstanding sebesar Rp1,45 triliun kepada lebih dari 75 ribu debitur.
Sedangkan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Jawa Tengah telah mencapai Rp48,73 triliun yang dimanfaatkan oleh lebih dari 1,17 juta pelaku usaha.
Dengan penguatan literasi dan akses keuangan hingga tingkat desa, Pemprov Jawa Tengah berharap masyarakat semakin terlindungi dari praktik keuangan ilegal sekaligus memiliki kesempatan lebih besar untuk meningkatkan kesejahteraan melalui akses pembiayaan yang aman dan produktif.(*)