Rabu, 17 Juni 2026

Harga Cabai Tembus Rp180 Ribu, Megawati Usulkan Gerakan Tanam Cabai di Rumah

Photo Author
Lukas Budi, KlikSoloNews.com
- Rabu, 17 Juni 2026 | 08:00 WIB
Harga Cabai Tembus Rp180 Ribu, Megawati Usulkan Gerakan Tanam Cabai di Rumah. (KlikSoloNews/dok PDIP)
Harga Cabai Tembus Rp180 Ribu, Megawati Usulkan Gerakan Tanam Cabai di Rumah. (KlikSoloNews/dok PDIP)

BLITAR, KLIKSOLONEWS.COM - Megawati Soekarnoputri menyoroti harga cabai yang mencapai Rp180 ribu per kilogram di Indonesia timur. Ia mengajak masyarakat menanam cabai sendiri dan menekankan pentingnya ketahanan pangan.

Presiden ke-5 Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri, menyoroti kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok yang terjadi di berbagai daerah.
 
Salah satu yang menjadi perhatian khusus adalah harga cabai mahal yang dilaporkan mencapai Rp180 ribu per kilogram di beberapa wilayah Indonesia bagian timur.

Pernyataan tersebut disampaikan Megawati saat menghadiri peresmian renovasi Istana Gebang dan patung Bung Karno di Kota Blitar, Jawa Timur, Senin (15/6/2026).
 
Baca Juga: Followers Kiper Tanjung Verde Vozinha Meledak! Dari 50K Tembus 5,3 Juta dalam Semalam Usai Tampil Heroik Lawan Spanyol di Piala Dunia 2026

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) itu mengaku menerima laporan mengenai lonjakan harga pangan yang dinilai semakin membebani masyarakat.
 
Ia bahkan sempat menanyakan langsung kondisi harga kebutuhan pokok kepada warga yang hadir dalam acara tersebut.

"Harga-harga di sini sudah naik apa belum? Cabe harganya berapa? Seratus ribu? Enam puluh ribu? Di daerah timur saya dapat laporan cabe itu harganya Rp180.000," kata Megawati.

Menanggapi tingginya harga cabai, Megawati melontarkan candaan yang mengundang tawa hadirin. Ia menyarankan masyarakat untuk mulai menanam cabai sendiri di pekarangan rumah sebagai salah satu cara mengurangi ketergantungan terhadap pasokan pasar.

Menurutnya, gerakan menanam cabai secara mandiri dapat menjadi solusi sederhana bagi masyarakat ketika harga komoditas tersebut mengalami lonjakan signifikan.

"Wes ora usah mangan lombok, wes ora usah. Atau bikin gerakan menanam cabe di rumah sendiri," ujarnya.
 
2027 dari Rp80 Miliar Jadi Rp55 Miliar

Meski disampaikan dengan nada bercanda, gagasan tersebut mencerminkan pentingnya kemandirian pangan di tingkat rumah tangga, terutama ketika harga kebutuhan pokok mengalami fluktuasi.

Megawati mengakui masyarakat saat ini menghadapi tantangan akibat kenaikan harga sejumlah bahan pokok. Namun, ia menegaskan bahwa berbagai aspirasi dan kritik terkait kondisi tersebut harus disampaikan melalui mekanisme demokrasi yang berlaku.

Ia menjelaskan bahwa PDIP saat ini berada di luar pemerintahan sehingga upaya memperjuangkan kepentingan rakyat akan dilakukan melalui anggota legislatif dari Fraksi PDIP di DPR.

"Saya tahu harga sudah pada naik. Tapi saya juga tahu tata cara. Saya tidak ada dalam pemerintahan. Ya saya akan menyampaikan, tapi menyampaikannya ke siapa? Yaitu ke DPR dari Fraksi PDI Perjuangan," tuturnya.

Ketahanan Pangan Harus Menjadi Prioritas

Dalam pidatonya, Megawati juga kembali menekankan pentingnya memperkuat sektor pertanian nasional sebagai fondasi utama ketahanan pangan Indonesia.
 
Baca Juga: Kabar Duka: Innalillahi...Teddy Resmi Sari Meninggal Dunia, Jejak Pelopor Penyiaran Indonesia yang Tak Terlupakan

Menurutnya, kesejahteraan petani dan pengembangan berbagai komoditas pangan harus menjadi perhatian serius agar masyarakat tidak terlalu terdampak oleh gejolak harga kebutuhan pokok.

Megawati mengingatkan bahwa sejak tahun 2021 dirinya telah mendorong kader PDIP untuk mengembangkan tanaman pangan pendamping beras di berbagai daerah sebagai bagian dari strategi memperkuat kemandirian pangan nasional.

"Artinya nomor satu untuk rakyat adalah makanan. Makanya kenapa saya tadi tanya harga sudah naik apa belum," ujarnya.

Megawati menilai pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat harus menjadi prioritas utama pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan.
 
Menurutnya, ketersediaan pangan yang cukup dan harga yang terjangkau memiliki hubungan langsung dengan stabilitas sosial maupun ekonomi nasional.

Karena itu, ia berharap berbagai upaya penguatan sektor pertanian dan ketahanan pangan dapat terus dilakukan untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi di tengah berbagai tantangan ekonomi yang ada.(*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lukas Budi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X