Nezar juga menilai bahwa pendekatan etika AI tidak lagi cukup bersifat sukarela, tetapi harus menjadi bagian dari desain sistem atau ethics by design.
Prinsip seperti transparansi, akuntabilitas, dan keamanan harus diimplementasikan sejak tahap pengembangan produk AI.
“Transparency, accountability, safety, itu harus hadir di dalam implementasi, di dalam pengembangan satu produk AI,” tandasnya.
Ia mendorong kolaborasi antara pemerintah, industri, akademisi, dan komunitas pengguna untuk memperkuat tata kelola AI serta mitigasi risiko sejak tahap awal pengembangan.
Baca Juga: Modus Coding Berujung Penipuan, Pria di Solo Gelapkan Laptop Teman Kos Senilai Rp3,5 Juta
Forum Indonesia Ethical AI Summit diharapkan menjadi ruang untuk merumuskan kebijakan dan langkah strategis dalam membangun ekosistem AI yang inovatif sekaligus bertanggung jawab di Indonesia.
“Semoga kita bisa merumuskan langkah-langkah yang tepat dan pemikiran dari forum ini mungkin bisa menjadi pertimbangan dalam membuat kebijakan AI yang etis di Indonesia,” pungkasnya.(*)
Artikel Terkait
Ahmad Sahroni Bongkar Penipuan Catut Nama KPK, Pelaku Minta Rp300 Juta
Penipuan Online Marak, Kemkomdigi dan Polri Gabungkan Sistem Pelaporan Command Center 110 dan 112
VIRAL! Warga Banyuwangi Gagalkan Penipuan Tokek Emas Rp2 Miliar, 3 WNA Thailand Nyaris Jadi Korban
Kasus Buku Gibran End Game, Rismon Sianipar Dilaporkan atas Dugaan Penipuan
Imigrasi Amankan 16 WNA Diduga Terlibat Penipuan Online Berkedok Love Scamming