Minggu, 21 Juni 2026

Panji Petualang Minta Maaf ke Suku Sasak dan Relawan Rinjani, Buntut Polemik Rencana Liputan Agam Rinjani

Photo Author
Lukas Budi, KlikSoloNews.com
- Minggu, 21 Juni 2026 | 08:00 WIB
Panji Petualang Minta Maaf ke Suku Sasak dan Relawan Rinjani, Buntut Polemik Rencana Liputan Agam Rinjani. (kliksolonews/dok Instagram Panji Petualang)
Panji Petualang Minta Maaf ke Suku Sasak dan Relawan Rinjani, Buntut Polemik Rencana Liputan Agam Rinjani. (kliksolonews/dok Instagram Panji Petualang)

JAKARTA, KLIKSOLONEWS.COM - Kreator konten alam Panji Petualang menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada masyarakat Suku Sasak, relawan, porter, dan komunitas pelestari Gunung Rinjani setelah rencana pembuatan dokumentasi bersama Agam Rinjani memicu polemik di Lombok.

Permintaan maaf tersebut disampaikan Panji melalui akun media sosial pribadinya pada Sabtu (20/6/2026).

Ia mengaku tidak mengetahui adanya persoalan yang belum terselesaikan antara Agam Rinjani dan sejumlah relawan yang terlibat dalam proses evakuasi pendaki asal Brasil, Juliana Marins, setahun lalu.

Polemik bermula ketika Panji mengumumkan rencananya membuat liputan khusus satu tahun operasi penyelamatan Juliana Marins bersama Agam Rinjani di kawasan Gunung Rinjani.

Dalam unggahannya, Panji menyebut ingin melihat secara langsung aktivitas Agam setelah operasi penyelamatan yang sempat menjadi perhatian publik tersebut.

Baca Juga: Daftar Pemeran Preman Pensiun yang Meninggal Dunia, Terbaru Kang Saep Cuk Nugroho

Namun, rencana itu mendapat penolakan dari sejumlah komunitas lokal, termasuk Gerakan Advokasi Nusantara (Ganas) Lombok Timur dan Forum Wisata Lingkar Rinjani.

Mereka menilai dokumentasi tersebut berpotensi menimbulkan narasi yang tidak adil karena dianggap hanya menonjolkan satu sosok, padahal proses evakuasi dilakukan secara kolektif oleh banyak pihak.

Menanggapi reaksi yang muncul, Panji Petualang segera menyampaikan klarifikasi dan permohonan maaf kepada masyarakat Lombok.

Ia mengakui bahwa dirinya tidak memahami secara utuh dinamika yang terjadi di balik proses penyelamatan tersebut serta hubungan antara Agam dan sejumlah relawan di lapangan.

Panji juga meminta maaf atas penggunaan istilah "pawang Rinjani" dalam unggahan sebelumnya yang dianggap menyinggung sebagian masyarakat dan komunitas adat setempat.

Dalam video klarifikasinya, Panji menyampaikan penghormatan kepada seluruh relawan, porter, masyarakat adat, dan pihak-pihak yang selama ini berperan menjaga kelestarian kawasan Gunung Rinjani.

Ia menegaskan bahwa tidak ada niat untuk merendahkan atau mengabaikan kontribusi pihak lain yang ikut terlibat dalam proses penyelamatan Juliana Marins.

Baca Juga: Kabar Duka: Kang Saep Preman Pensiun Meninggal Dunia, Cuk Nugroho Tutup Usia Setelah Dirawat di RSUD Cibabat

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lukas Budi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X