Selain itu, Menkomdigi juga mengingatkan generasi muda mengenai dampak ketergantungan berlebihan terhadap media sosial. Menurutnya, kondisi tersebut dapat membuat anak muda semakin jarang berinteraksi secara langsung di dunia nyata.
Padahal, menurut Meutya, keterlibatan dalam organisasi dan komunitas nyata memiliki peran penting dalam membentuk karakter, daya kritis, kepedulian sosial, serta tanggung jawab kolektif.
Pemerintah terus mendorong peningkatan literasi digital di berbagai kalangan masyarakat sebagai langkah preventif dalam menghadapi ancaman kejahatan siber. Upaya ini diharapkan dapat menciptakan ruang digital yang lebih aman, sehat, dan produktif.
Baca Juga: Kemenkeu Kurangi Anggaran Perjalanan Dinas Luar Negeri 2027 dari Rp80 Miliar Jadi Rp55 Miliar
Dengan keterlibatan aktif generasi muda, Meutya optimistis Indonesia dapat membangun ekosistem digital yang tidak hanya maju secara teknologi, tetapi juga beretika dan bertanggung jawab.(*)
Artikel Terkait
Komdigi Blokir Wikimedia Commons, Akses Ditutup Sejak 25 Maret 2026
Komdigi Tegur Google! YouTube Terancam Diblokir, Dinilai Langgar Aturan Pembatasan Usia
Komdigi Bongkar Fakta Mengerikan: Separuh Anak Indonesia Terpapar Konten Seksual di Media Sosial
Komdigi dan BNN Perkuat Kolaborasi Lawan Peredaran Narkotika di Ruang Digital
Komdigi Tambah 200 Titik Nobar Piala Dunia 2026, Meutya Hafid: Semua Masyarakat Harus Bisa Menikmati