JAKARTA, KLIKSOLONEWS.COM - Kementerian Kesehatan memastikan kenaikan harga obat akibat nilai tukar dolar dan minyak masih dalam batas wajar 10–20%. Obat program JKN dipastikan tidak mengalami kenaikan harga.
Kemenkes RI memastikan potensi kenaikan harga obat-obatan di Indonesia akibat fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat serta kenaikan harga minyak dunia masih berada dalam batas yang wajar.
Pemerintah menegaskan kenaikan tersebut tidak akan terjadi secara signifikan dan masih dalam rentang yang dapat dikendalikan, sehingga tidak membebani masyarakat secara berlebihan.
Namun demikian, Kemenkes memastikan bahwa harga obat untuk program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) tidak mengalami kenaikan dan tetap stabil.
Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, menyampaikan pemerintah telah melakukan evaluasi terhadap struktur harga obat di tengah dinamika ekonomi global.
Ia menegaskan tidak semua kenaikan nilai tukar dolar akan berdampak langsung pada harga obat di pasaran.
“Harga obat kita sudah lihat mana yang naik yang masuk akal dan yang tidak masuk akal. Tapi untuk obat-obatan BPJS, kita berhasil jaga,” ujar Budi Gunadi Sadikin.
Menurutnya, sebagian besar komponen produksi obat di dalam negeri masih menggunakan mata uang rupiah, sehingga dampak pelemahan rupiah terhadap harga obat tidak sepenuhnya signifikan.
Menkes menjelaskan pemerintah telah menetapkan batas kewajaran kenaikan harga obat di tengah kondisi global saat ini.
Kenaikan harga di kisaran 10 hingga 20 persen masih dianggap normal, sementara kenaikan di atas angka tersebut dinilai tidak wajar.
Baca Juga: Tercatat 62 Kasus, Kemenkes Tegaskan Influenza A(H3N2) Subclade K di Indonesia Masih Terkendali
“Sepuluh sampai 20 persen itu masih masuk akal. Tapi kalau di atas itu, jangan mengambil untung dari situ,” tegasnya.
Kemenkes Batasi Kenaikan Maksimal 20 Persen
Artikel Terkait
Kemenkes Pastikan Distribusi Obat dan Layanan Medis Tetap Lancar di Wilayah Bencana
BPOM Temukan 24 Obat Herbal Mengandung Bahan Kimia Berbahaya di Awal 2026
Polda Jateng Ungkap Peredaran Obat Terlarang di Pekalongan, Ribuan Butir Disita
DPR Tolak Rencana BGN Bentuk Lembaga Baru Sertifikasi MBG, Minta Peran Badan Pengawas Obat dan Makanan Dioptimalkan
Hendak Besuk Suami di Lapas Sragen, Wanita Asal Tasikmadu Karanganyar Ketahuan Bawa Sabu dan Obat Terlarang
Pria Asal Nusukan Meninggal Mendadak Usai Beli Obat di Apotek, Sempat Mengeluh Nyeri Perut