Jumat, 12 Juni 2026

Kemenkes Pastikan Distribusi Obat dan Layanan Medis Tetap Lancar di Wilayah Bencana

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Selasa, 9 Desember 2025 | 11:05 WIB
Kemenkes Pastikan Distribusi Obat dan Layanan Medis Tetap Lancar di Wilayah Bencana (Kliksolonews/dok. Kemenkes)
Kemenkes Pastikan Distribusi Obat dan Layanan Medis Tetap Lancar di Wilayah Bencana (Kliksolonews/dok. Kemenkes)

JAKARTA, KLIKSOLONEWS.COM – Kementerian Kesehatan menegaskan bahwa dukungan layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak bencana terus diperkuat, terutama melalui pemenuhan obat-obatan, alat kesehatan, serta logistik medis lainnya. Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan, dr. Rizka Andalucia, dalam temu media di Gedung Adhyatma Kemenkes, Jumat (5/12/2025).


dr. Rizka menyampaikan bahwa meskipun akses komunikasi di beberapa lokasi masih terganggu, koordinasi antara pemerintah pusat dan tim kesehatan daerah tetap berjalan baik. Kemenkes memastikan ketersediaan obat dasar, bahan medis habis pakai, hingga alat kesehatan tetap terjaga di seluruh titik pengungsian maupun fasilitas pelayanan kesehatan.


Menurutnya, sejumlah daerah terdampak mengalami kerusakan sarana penyimpanan obat, termasuk gudang farmasi yang terendam atau rusak. Untuk menghindari kekosongan logistik, penyaluran obat dan vaksin dipusatkan melalui Medan agar distribusi dapat dipercepat.


Dia menjelaskan bahwa di lokasi pengungsian mulai muncul penyakit yang umum terjadi pascabencana, seperti batuk, demam, diare, hingga infeksi kulit. Karena itu, suplai obat dipastikan cukup dan terdistribusi tanpa hambatan.


Selain kebutuhan dasar, pemerintah juga menjamin layanan kesehatan bagi pasien penyakit kronis. Pasien hemodialisis dari fasilitas terdampak telah dialihkan ke rumah sakit yang aman, dengan dukungan peralatan medis, tabung oksigen, serta kebutuhan terapi lain yang dipastikan tetap tersedia.


Kemenkes turut mengirimkan Anti Tetanus Serum (ATS) untuk penanganan luka akibat benda tajam maupun reruntuhan bangunan. Hingga saat ini, seluruh logistik medis mulai dari obat, alat kesehatan, hingga bahan habis pakai dinyatakan aman dan cukup.


“Kami akan terus melakukan pemantauan selama satu minggu ke depan untuk memastikan kebutuhan kesehatan masyarakat di pengungsian tetap terpenuhi,” kata dr. Rizka.


Di sisi lain, Direktur Pelayanan Kesehatan Keluarga, dr. Lovely Daisy, menyoroti pentingnya perlindungan nutrisi bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Ia mengingatkan bahwa penyaluran susu formula di area bencana tidak boleh dilakukan sembarangan mengingat risiko kesehatan akibat keterbatasan air bersih dan sanitasi.


Ia menjelaskan bahwa Dinas Kesehatan Provinsi Aceh telah menerbitkan surat edaran yang melarang distribusi susu formula tanpa prosedur resmi. Dalam kondisi darurat sekalipun, penyaluran hanya diperbolehkan melalui dinas kesehatan di tingkat kabupaten dan kota.


Untuk memastikan kebutuhan gizi kelompok rentan, tenaga gizi dari Puskesmas diturunkan untuk mengawasi dapur umum serta memastikan ketersediaan makanan bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Selain itu, Kemenkes telah menyalurkan Paket Makanan Tambahan (PMT) sejak 28 November melalui jalur udara dan darat menuju sejumlah wilayah terisolasi.


Dengan penguatan sistem distribusi dan pemantauan lapangan, Kemenkes memastikan layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak tetap berjalan sesuai standar, aman, dan terkoordinasi. (KS1)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X