Berdasarkan data awal, jumlah unit usaha di Jawa Tengah mencapai hampir 5 juta atau sekitar 15,25 persen dari total usaha yang ada di Indonesia. Karena itu, kualitas pendataan di Jawa Tengah akan sangat berpengaruh terhadap kualitas data ekonomi nasional.
Sonny menjelaskan, Sensus Ekonomi 2026 memiliki cakupan yang lebih luas dibandingkan pelaksanaan sebelumnya.
Selain menyasar pelaku usaha, sensus kali ini juga mendata aktivitas ekonomi rumah tangga, termasuk usaha berbasis digital yang berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir.
Menurutnya, banyak aktivitas ekonomi kini dijalankan dari rumah dan dipasarkan melalui platform digital maupun media sosial sehingga tidak dapat teridentifikasi hanya melalui pengamatan di lapangan.
Karena itu, petugas akan melakukan pendataan langsung dari rumah ke rumah guna memperoleh gambaran ekonomi yang lebih komprehensif.
Baca Juga: Jalan Cepu Randublatung Blora Segera Dibeton, Pemprov Jateng Kucurkan Rp34 Miliar
Salah seorang petugas sensus dari Kecamatan Gunungpati, Anastasia Putri, mengungkapkan bahwa petugas terlebih dahulu memberikan edukasi kepada warga mengenai tujuan dan manfaat sensus sebelum melakukan wawancara.
Ia mengakui masih ada sebagian masyarakat yang ragu memberikan informasi, terutama terkait data usaha dan pendapatan. Namun pihaknya terus memberikan pemahaman bahwa seluruh informasi yang dihimpun dilindungi oleh undang-undang dan hanya digunakan untuk kepentingan statistik.
Untuk menjamin keamanan dan kepercayaan masyarakat, setiap petugas sensus dibekali surat tugas resmi, surat rekomendasi pemerintah daerah, serta mengenakan atribut khusus sebagai identitas selama bertugas.
Hasil Sensus Ekonomi 2026 nantinya akan menjadi dasar bagi pemerintah pusat maupun daerah dalam menyusun berbagai kebijakan strategis, mulai dari pengembangan UMKM, peningkatan investasi, penciptaan lapangan kerja, hingga penguatan ekonomi nasional secara berkelanjutan.(*)
Artikel Terkait
Kabar Baik untuk Ojol dan Freelancer! Jateng Segera Punya Payung Hukum Pekerja Informal
Gibran Pastikan Tata Kelola MBG dan Koperasi Merah Putih Diperbaiki, Fokus Tepat Sasaran dan Bebas Korupsi
DPR Kritik Kinerja Kementerian Pariwisata, Sebut Kunjungan Wisman Indonesia Masih Peringkat 5 ASEAN
Sprei Jumputan Karya Warga Ceporan Curi Perhatian Bupati Klaten di Acara Sambung Rasa
KEREN! Marsella Wahyu Muntia dari Sragen Ukir Sejarah, Raih Kalpataru Yuvan Berkat Gerakan Restorasi Lingkungan
Sragen Jadi Daerah dengan Alokasi Pupuk Terbesar di Solo Raya, Ini Rinciannya