Paiman menjelaskan, sembilan gunungan itu melambangkan Wali Sanga yang memiliki peran besar dalam penyebaran agama Islam di Pulau Jawa.
“Gunungan ini mewujudkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena masyarakat diberi tanah yang subur untuk pertanian,” katanya.
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Boyolali, Budi Prasetyaningsih, mengatakan bahwa Sedekah Gunung Merapi merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-179 Kabupaten Boyolali.
Berbagai kegiatan digelar untuk memeriahkan acara tersebut, mulai dari jalan sehat, senam bersama, pentas seni budaya, hingga kirab kepala kerbau dan gunungan yang menjadi puncak acara.
Menurutnya, kegiatan budaya tersebut juga menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam mengembangkan sektor pariwisata.
“Acara ini menjadi wujud serta komitmen Pemerintah Kabupaten Boyolali mengembangkan event pariwisata sebagai upaya meningkatkan daya tarik wisata di kawasan Gunung Merapi-Merbabu,” ujarnya.
Baca Juga: Kejagung Sita Aset Eddy Tansil Senilai Rp51,6 Miliar, Ini Daftarnya
Usai acara, Bupati Agus Irawan menyampaikan Sedekah Gunung Merapi merupakan bentuk doa dan harapan masyarakat agar selalu diberikan keselamatan, keberkahan, serta kemakmuran.
“Tentu tujuannya agar kita selalu diberi keselamatan, dan juga untuk potensi, kesuburan, ya intinya agar warga Kabupaten Boyolali lebih baik lagi,” ungkapnya.
Senada dengan itu, Wakil Bupati Dwi Fajar Nirwana menegaskan bahwa tradisi ini merupakan warisan budaya yang harus terus dijaga dan dilestarikan.
Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Boyolali setiap tahun mengalokasikan anggaran untuk mendukung pelaksanaan Sedekah Gunung Merapi sebagai bagian dari upaya menjaga tradisi sekaligus memperkuat identitas budaya masyarakat lereng Merapi.
“Karena ini acara tradisi dan budaya yang harus kita uri-uri dan kita lestarikan bersama,” tegasnya. (*)