BOYOLALI, KLIKSOLONEWS.COM – Kasus kematian seorang wanita berinisial A (57), warga Desa Sindon, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, masih menyisakan banyak tanda tanya.
Korban diduga meninggal dunia setelah mengonsumsi sate ayam yang dikirim melalui layanan ojek online oleh pengirim misterius.
Misteri kematian wanita di Boyolali usai terima sate misterius tersebut kini menjadi perhatian publik setelah terungkap lima ekor ayam milik keluarga korban juga mati mendadak usai memakan sisa bumbu sate yang sama.
Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan dan menunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik untuk memastikan penyebab kematian korban.
Kuasa hukum keluarga korban, Wiwik Dwi Habsari, mengungkapkan paket sate ayam tersebut dikirim dengan mencantumkan nama anak kedua korban, Luriyanti, sebagai pengirim.
Namun setelah dilakukan konfirmasi, Luriyanti membantah pernah memesan maupun mengirim makanan tersebut kepada ibunya.
"Awalnya keluarga tidak mengetahui siapa pengirim sate tersebut. Bahkan anak korban sempat meminta agar makanan itu tidak dimakan karena identitas pengirim tidak jelas," kata Wiwik.
Dari keterangan pengemudi ojek online yang mengantarkan paket, sate tersebut diketahui dibeli dari kawasan Pandean, Kecamatan Ngemplak, Boyolali.
Lima Ayam Mati Setelah Memakan Sisa Bumbu
Kecurigaan keluarga semakin muncul setelah sejumlah ayam peliharaan yang memakan sisa bumbu sate ditemukan mati dalam waktu tidak lama.
Menurut kuasa hukum keluarga, temuan tersebut menjadi salah satu alasan penting bagi penyidik untuk melakukan pendalaman lebih lanjut terhadap kasus ini.
Selain memeriksa kondisi korban, aparat juga mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan kejadian tersebut.
"Selain pakaian korban yang terkena muntahan, penyidik juga mengamankan satu ekor ayam yang mati setelah memakan sisa sate sebagai sampel pemeriksaan," jelas Wiwik.
Meski berbagai dugaan bermunculan, keluarga korban memilih menunggu hasil pemeriksaan resmi dari laboratorium forensik.
Mereka menegaskan tidak ingin berspekulasi ataupun menuduh pihak tertentu sebelum ada bukti ilmiah yang dapat menjelaskan penyebab pasti kematian korban.
"Kami tidak menuduh siapa pun. Kami berharap hasil laboratorium forensik segera keluar agar penyebab pasti kematian korban dapat terungkap secara jelas," ujarnya.
Sementara itu, kakak korban, Widodo (61), mengaku memiliki kecurigaan terhadap seseorang yang dikenalnya. Namun hingga saat ini, belum ada penetapan tersangka maupun pernyataan resmi dari kepolisian yang mengarah kepada pihak tertentu.
Penyidik masih mengumpulkan berbagai keterangan dan menunggu hasil uji laboratorium untuk memastikan apakah terdapat kandungan berbahaya dalam makanan yang dikonsumsi korban.
Kasus ini menjadi perhatian masyarakat karena melibatkan pengiriman makanan misterius melalui layanan ojek online yang diduga berkaitan dengan kematian seorang warga serta kematian sejumlah hewan yang mengonsumsi sisa makanan yang sama.
Hingga hasil laboratorium keluar, penyebab pasti kematian korban masih dalam proses penyelidikan aparat kepolisian.(KS01)