"Kualitas pengalaman wisata harus menjadi prioritas agar manfaat ekonomi dapat berjalan seiring dengan pelestarian alam," kata Widiyanti.
Di sisi lain, pengembangan pariwisata ramah Muslim juga terus diperkuat melalui kerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH).
Hingga akhir Mei 2026, kolaborasi tersebut telah menghasilkan 31.548 sertifikat halal bagi pelaku usaha di 1.116 desa wisata yang tersebar di 34 provinsi.
"Program tersebut diharapkan mampu memperluas peluang usaha bagi UMKM lokal sekaligus memperkuat daya saing destinasi wisata Indonesia di pasar global," ucap Widiyanti.
Pemerintah juga terus menggerakkan ekonomi daerah melalui penyelenggaraan berbagai agenda wisata dalam program Karisma Event Nusantara (KEN) 2026.
Sebanyak 125 event unggulan telah dikurasi dan digelar di berbagai wilayah Indonesia untuk menarik wisatawan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.
Dengan berbagai program yang berjalan, pemerintah optimistis sektor pariwisata akan terus menjadi salah satu motor penggerak ekonomi nasional yang inklusif, berkelanjutan, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.(ks01)