Sabtu, 13 Juni 2026

Pariwisata Indonesia Makin Moncer, Kunjungan Wisman Tembus 4,68 Juta hingga April 2026

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Sabtu, 6 Juni 2026 | 14:00 WIB
Pariwisata Indonesia Makin Moncer, Kunjungan Wisman Tembus 4,68 Juta hingga April 2026. (KlikSoloNews/Kemenpar)
Pariwisata Indonesia Makin Moncer, Kunjungan Wisman Tembus 4,68 Juta hingga April 2026. (KlikSoloNews/Kemenpar)

JAKARTA, KLIKSOLONEWS.COM – Sektor pariwisata Indonesia terus menunjukkan tren pertumbuhan yang menggembirakan sepanjang awal 2026.


Di tengah berbagai tantangan ekonomi dan geopolitik global, jumlah wisatawan mancanegara (wisman), pergerakan wisatawan nusantara (wisnus), hingga penerimaan devisa pariwisata tercatat mengalami peningkatan.


Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, menyampaikan bahwa capaian tersebut menjadi indikator kuat bahwa Indonesia masih menjadi salah satu destinasi wisata favorit dan kompetitif di kawasan maupun dunia.


Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah kunjungan wisatawan mancanegara pada April 2026 mencapai 1,25 juta kunjungan. Angka tersebut meningkat 7,22 persen dibandingkan April 2025 yang tercatat sebanyak 1,16 juta kunjungan.


Secara kumulatif, sepanjang Januari hingga April 2026 jumlah kunjungan wisman mencapai 4,68 juta kunjungan atau tumbuh 8,24 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebanyak 4,33 juta kunjungan.


"Pariwisata Indonesia saat ini berada pada jalur pertumbuhan yang sangat positif. Peningkatan kunjungan dan rata-rata pengeluaran wisatawan menunjukkan strategi peningkatan kualitas destinasi mulai memberikan hasil yang nyata," ujar Widiyanti dalam Laporan Bulanan Kinerja Kementerian Pariwisata di Jakarta, Jumat (5/6/2026).


Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali masih menjadi pintu masuk utama wisatawan asing dengan total 552.961 kunjungan sepanjang April 2026. Posisi berikutnya ditempati Bandara Soekarno-Hatta dengan 227.830 kunjungan, sedangkan Batam melalui jalur laut mencatat 110.535 kunjungan.


Dari sisi negara asal wisatawan, Malaysia menjadi penyumbang kunjungan terbesar dengan 207.957 wisatawan. Disusul Australia sebanyak 157.960 wisatawan, Tiongkok 133.986 wisatawan, Singapura 111.439 wisatawan, serta Timor-Leste 75.477 wisatawan.


Pertumbuhan sektor pariwisata juga berdampak langsung terhadap penerimaan devisa negara. Berdasarkan data Bank Indonesia, devisa pariwisata pada Triwulan I 2026 mencapai 4,05 miliar dolar AS atau setara sekitar Rp68,28 triliun.


Nilai tersebut meningkat 6,30 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 3,81 miliar dolar AS atau sekitar Rp62,29 triliun.


Sementara itu, aktivitas wisatawan nusantara juga tetap bergerak positif. Hingga April 2026, jumlah perjalanan wisatawan domestik mencapai 417,06 juta perjalanan atau meningkat 1,48 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.


Destinasi Unggulan

Selain mengejar peningkatan kunjungan, Kementerian Pariwisata terus mendorong pengembangan pariwisata berkualitas dan berkelanjutan. Salah satu langkah strategis dilakukan melalui Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pariwisata 2026 yang berlangsung pada 20–21 Mei 2026.


Forum tersebut menjadi wadah sinkronisasi kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah untuk mencapai target pembangunan sektor pariwisata nasional hingga tahun 2029.


Kementerian Pariwisata juga menaruh perhatian besar terhadap keberlanjutan destinasi unggulan. Saat melakukan kunjungan kerja ke Desa Wisata Arborek di Raja Ampat, Papua Barat Daya, Menteri Pariwisata menegaskan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dan mengendalikan kapasitas kunjungan wisatawan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X