Sementara itu, kuota yang tersedia hanya sebanyak 150 siswa, dengan rincian masing-masing sekolah menerima 75 peserta didik baru.
Tingginya jumlah pendaftar menunjukkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pendidikan negeri di Kota Solo.
Hasil Seleksi Tunjukkan Potensi Akademik Tinggi
Respati mengungkapkan bahwa hasil seleksi menunjukkan kualitas akademik peserta yang sangat baik.
Nilai Tes Kompetensi Akademik (TKA) tertinggi tercatat mencapai 190 dari nilai maksimal 200, dengan rata-rata peserta berada di atas angka 160.
Sementara itu, hasil tes intelegensi menunjukkan nilai IQ tertinggi mencapai 136 dengan rata-rata peserta berada di kisaran 112.
“Ini menunjukkan bahwa anak-anak yang masuk dalam program ini memiliki kemampuan akademik yang tinggi. Mereka adalah anak-anak istimewa dengan potensi intelektual yang kuat. Hal itu juga diperkuat melalui hasil tes kesamaptaan, wawancara orang tua, dan tes ketahanan belajar,” jelasnya.
Respati menegaskan bahwa Program Khusus SMPN 24 dan SMPN 25 tidak hanya ditujukan bagi keluarga mampu. Pemerintah Kota Surakarta berkomitmen memastikan pendidikan berkualitas dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.
Ia menyebut terdapat sejumlah peserta dari keluarga kurang mampu, termasuk kelompok desil satu hingga tiga, yang memiliki kemampuan akademik dan intelektual luar biasa.
Menurutnya, anak-anak dengan potensi tinggi harus mendapatkan kesempatan yang sama untuk berkembang tanpa terhalang kondisi ekonomi keluarga.
“Ada anak-anak dari keluarga kurang mampu yang memiliki IQ dan kemampuan luar biasa. Ini yang harus kita jaga. Mereka berhak mendapatkan pendidikan yang terjangkau tetapi tetap berkualitas,” tegas Respati.
Program Khusus SMP Negeri 24 dan SMP Negeri 25 Surakarta menjadi salah satu terobosan Pemerintah Kota Surakarta dalam meningkatkan mutu pendidikan negeri.
Dengan sistem seleksi yang ketat, pembinaan yang terarah, serta komitmen menghadirkan pendidikan berkualitas bagi seluruh kalangan, program ini diharapkan mampu melahirkan generasi muda berprestasi yang siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Pemkot Surakarta optimistis program tersebut akan menjadi model baru pengembangan sekolah negeri unggulan sekaligus memperkuat posisi Kota Solo sebagai salah satu pusat pendidikan berkualitas di Indonesia.(ks01)