Jumat, 12 Juni 2026

Respati Gandeng APTISI Solo Tangani Sampah dari Hulu, Universitas Swasta Dilibatkan Dampingi Kelurahan

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Kamis, 4 Juni 2026 | 07:00 WIB
Respati Gandeng APTISI Solo Tangani Sampah dari Hulu, Universitas Swasta Dilibatkan Dampingi Kelurahan. (KlikSoloNews/dok)
Respati Gandeng APTISI Solo Tangani Sampah dari Hulu, Universitas Swasta Dilibatkan Dampingi Kelurahan. (KlikSoloNews/dok)

SOLO, KLIKSOLONEWS.COMWali Kota Surakarta, Respati Ardi, menggandeng perguruan tinggi swasta yang tergabung dalam Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia untuk memperkuat penanganan sampah dari hulu.


Kolaborasi ini diharapkan mampu menciptakan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan melalui edukasi dan pendampingan langsung kepada masyarakat di tingkat kelurahan.


Kerja sama tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Sampah bersama APTISI yang digelar di Balai Kota Surakarta pada Rabu (3/6/2026).


Dalam skema yang disiapkan, setiap universitas swasta akan terlibat aktif mendampingi sejumlah kelurahan guna meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah sejak dari sumbernya.


Respati menjelaskan, masing-masing perguruan tinggi swasta nantinya akan memiliki tanggung jawab untuk membantu masyarakat di wilayah kelurahan dalam menjalankan program pengelolaan sampah.


Menurutnya, pendekatan ini menjadi langkah konkret untuk membangun sistem ekonomi sirkular yang berfokus pada pengurangan sampah dari hulu sebelum berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA).


“Setiap universitas swasta di Solo akan ikut membantu dan bertanggung jawab di kelurahan-kelurahan. Ini menjadi bukti penerapan ekonomi sirkular dan upaya menyelesaikan persoalan sampah dari hulu,” ujarnya.


Respati menyampaikan apresiasi kepada APTISI Solo yang ikut berkontribusi dalam mencari solusi atas persoalan sampah yang selama ini menjadi tantangan di Kota Solo.


Menurutnya, permasalahan sampah bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk dunia pendidikan dan masyarakat.


Ia menegaskan bahwa seluruh peserta rapat memiliki kesamaan pandangan bahwa penanganan sampah harus dimulai dari tingkat paling dasar, yakni rumah tangga dan lingkungan sekitar.


“Terima kasih kepada APTISI yang ikut membantu Pemerintah Kota Solo mencari solusi dalam mengurai masalah sampah. Kami sepakat bahwa persoalan sampah bisa diselesaikan melalui pendekatan dari hulu,” katanya.


Dalam pertemuan tersebut, Pemkot Solo juga menerima berbagai masukan dari kalangan akademisi. Salah satunya terkait pemanfaatan biopori dan metode pengelolaan sampah yang ramah lingkungan.


Respati menilai keberhasilan program pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada penggunaan teknologi modern, tetapi juga pada perubahan perilaku masyarakat.


Menurutnya, membangun kesadaran warga untuk memilah dan mengelola sampah secara mandiri menjadi langkah yang jauh lebih penting dalam jangka panjang.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X