Ironisnya, bantuan yang mereka terima justru lebih banyak datang dari luar negeri dibandingkan dalam negeri.
Menanggapi hal tersebut, Taj Yasin Maimoen menyatakan akan menindaklanjuti persoalan tersebut dengan berkoordinasi bersama pihak terkait, termasuk BPJS dan kementerian.
Ia menegaskan pentingnya kehadiran negara dalam memastikan seluruh penyandang disabilitas mendapatkan hak yang sama.
“Bukan soal desilnya, tapi bagaimana pemerintah hadir untuk kawan-kawan disabilitas,” tegasnya.
Bagi para orangtua, perjuangan mereka bukan sekadar soal bantuan, melainkan pengakuan dan keadilan. Mereka berharap anak-anak dengan kondisi langka bisa mendapatkan hak hidup yang layak, tanpa diskriminasi.(KS01)