Jumat, 12 Juni 2026

Diduga Tertipu Program Makan Bergizi Gratis Catut Nama Jokowi, Puluhan Warga Solo Raya Lapor ke Polisi

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Selasa, 29 Juli 2025 | 15:05 WIB
Diduga Tertipu Program Makan Bergizi Gratis Catut Nama Jokowi, Puluhan Warga Solo Raya Lapor ke Polisi. (KlikSoloNews/Adhirajasa)
Diduga Tertipu Program Makan Bergizi Gratis Catut Nama Jokowi, Puluhan Warga Solo Raya Lapor ke Polisi. (KlikSoloNews/Adhirajasa)

SOLO, KLIKSOLONEWS.COM — Puluhan warga dari wilayah Solo Raya mendatangi Mapolresta Surakarta pada Selasa 29 Juli 2025, untuk menyampaikan keluhan terkait dugaan penipuan berkedok program Makan Bergizi Gratis atau MBG.


Warga yang mengaku sebagai calon mitra program itu merasa dirugikan setelah menyetorkan uang dan menyiapkan perlengkapan, namun kegiatan yang dijanjikan tak kunjung terealisasi.


Perwakilan kelompok, Harjoko, menyebut sedikitnya ratusan orang dari berbagai daerah telah ikut mendaftar sebagai mitra pelaksana program.


Mereka awalnya dijanjikan akan berpartisipasi dalam penyediaan makanan sehat untuk anak-anak sekolah, lansia, dan kelompok masyarakat rentan, dengan imbalan sebesar Rp12.000 per boks.


“Kami diperkenalkan dengan seseorang bernama Paulus, yang mengaku mantan anggota DPRD dari PDIP. Lalu kami dikenalkan kepada seseorang yang mengaku sebagai Ketua Yayasan Barnas,” ujar Harjoko di hadapan awak media.


Menurut Harjoko, syarat untuk bergabung meliputi pengumpulan data pribadi seperti KTP dan KK, serta pembayaran sejumlah uang sebagai biaya pendaftaran dan jaminan. Besarnya mencapai Rp175.000 per orang, dengan rincian Rp25.000 untuk administrasi dan Rp150.000 sebagai uang jaminan.


Tak hanya itu, calon mitra juga diminta menyiapkan dapur sesuai standar tertentu yang disebut-sebut sebagai ketentuan yayasan. Beberapa warga bahkan mengaku harus merenovasi dapur mereka dengan biaya jutaan rupiah, hingga membeli alat-alat masak baru.


“Banyak dari kami sudah keluar uang banyak, bahkan ada yang sampai kredit alat masak demi memenuhi syarat,” lanjutnya.


Harjoko menambahkan, pihak yayasan sempat menyampaikan akan melakukan uji coba pada akhir Juli 2025. Namun hingga kini, tidak ada satu pun kegiatan yang dijalankan. Draft kerja sama memang sempat dibagikan, namun tanpa tanggal pelaksanaan yang pasti.


“Mereka selalu berdalih kegiatan segera dimulai. Tapi kenyataannya, tidak pernah ada pelaksanaan. Bahkan situs resmi yayasan sekarang juga tak bisa diakses,” katanya kecewa.


Harjoko menilai program ini semula dikaitkan dengan nama-nama besar seperti Erick Thohir Foundation dan bahkan Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) disebut sebagai penasihat. Namun setelah situasi mencurigakan mulai tercium, seluruh informasi dari pihak yayasan menghilang.


Ia memperkirakan jumlah korban bisa mencapai lebih dari 3.000 orang di Solo Raya saja, seluruhnya telah menyetor uang pendaftaran dan menyiapkan perlengkapan.


Sementara itu, Wakasatreskrim Polresta Surakarta, AKP Sudarmianto, membenarkan pihaknya telah menerima kedatangan puluhan warga yang ingin melapor.


“Benar, ada sekitar 30 orang datang hari ini. Namun karena belum membawa dokumen pendukung seperti bukti pembayaran atau surat perjanjian, laporan belum bisa diproses secara resmi,” ujar Sudarmianto.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X