Senin, 22 Juni 2026

Omzet Turun dan Pelanggan Pindah, Pedagang Ayam Bakar Ini Mengaku Tergiur Pesugihan Kandang Bubrah

Photo Author
Lukas Budi, KlikSoloNews.com
- Senin, 22 Juni 2026 | 00:30 WIB
Omzet Turun dan Pelanggan Pindah, Pedagang Ayam Bakar Ini Mengaku Tergiur Pesugihan Kandang Bubrah. (KlikSoloNews/tangkapan layar YouTube Jejak Backpacker)
Omzet Turun dan Pelanggan Pindah, Pedagang Ayam Bakar Ini Mengaku Tergiur Pesugihan Kandang Bubrah. (KlikSoloNews/tangkapan layar YouTube Jejak Backpacker)

Dari cerita sesama pedagang, Ayu mendengar kabar usaha pesaingnya diduga menggunakan pesugihan sebagai penglaris dagangan. Informasi tersebut kemudian membuat suaminya mulai tertarik mencari jalan serupa.

"Kami tahu dari pedagang lainnya. Suami saya pun tergiur untuk menjalankan pesugihan," ungkap Ayu.

Dalam perjalanannya, Ayu dan suami kemudian berkenalan dengan seorang pria yang disebut sebagai Bang Udin. Sosok tersebut mengaku telah berhasil menjalankan ritual Pesugihan Kandang Bubrah dan menawarkan mereka untuk ikut.

Menurut Ayu, Bang Udin meyakinkan ritual yang dijalaninya tidak membutuhkan tumbal seperti yang banyak dipercaya masyarakat.

"Bang Udin nawarin saya, besok waktunya ritual. Kata dia mau ritual terakhir. Bang Udin menjelaskan ritual yang dia pakai tidak ada tumbal," ujar Ayu menirukan perkataan Bang Udin.

Baca Juga: Keraton Solo Gelar Ritual Kuno Mahesa Lawung, Simbol Harmoni Alam dan Manusia

Untuk meyakinkan mereka, Bang Udin juga menunjukkan usaha miliknya yang disebut selalu ramai pembeli dan dagangannya habis setiap hari, dengan ritual tanpa tumbal.

"Dia mencontohkan dirinya untuk meyakinkan saya jika ritualnya berhasil dan tanpa tumbal. Saya saat itu sama suami mikir matang-matang dan akhirnya ikuti saran Bang Udin," katanya.

Ayu saat menceritakan kisah mengikuti ritual pesugihan Kandang Bubrah. Omzet Turun dan Pelanggan Pindah, Pedagang Ayam Bakar Ini Mengaku Tergiur Pesugihan Kandang Bubrah (kliksolonews/tangkapan layar YouTube Jejak backpaker)

Keesokan harinya, Ayu bersama suaminya mengikuti Bang Udin menuju wilayah Wonogiri, Jawa Tengah. Mereka berangkat sebelum subuh untuk menjalani ritual yang disebut sebagai bagian dari Pesugihan Kandang Bubrah.

Kisah Ayu dan suaminya mengikuti ritual pesugihan di Wonogiri bisa disaksikan di YouTube JejakBackPacker.

Meski demikian, kisah mengenai Pesugihan Kandang Bubrah hingga kini masih sebatas cerita yang berkembang di masyarakat dan belum dapat dibuktikan secara ilmiah.

Cerita tersebut lebih banyak dipandang sebagai bagian dari mitos, tradisi lisan, dan kepercayaan yang hidup di tengah masyarakat Jawa.

Terlepas dari berbagai kisah yang beredar, banyak kalangan menilai keberhasilan usaha tetap ditentukan oleh kerja keras, inovasi, pelayanan kepada pelanggan, serta kemampuan mengelola bisnis secara baik dan berkelanjutan.(*)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Lukas Budi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X