ekonomi-bisnis

Nilai Tukar Rupiah Hari Ini Jumat 5 Juni 2026 Bertahan di Kisaran Rp18.000 per Dolar AS

KS1
Jumat, 5 Juni 2026 | 10:45 WIB
Nilai Tukar Rupiah Hari Ini Jumat 5 Juni 2026 Bertahan di Kisaran Rp18.000 per Dolar AS. (KlikSOloNews/dok)

JAKARTA, KLIKSOLONEWS.COM – Nilai tukar rupiah masih bergerak di kisaran Rp18.000 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Jumat (5/6/2026) pagi.


Mata uang Garuda tercatat berada di level Rp18.017 per dolar AS, melemah 32 poin atau sekitar 0,18 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.


Pergerakan rupiah sejalan dengan mayoritas mata uang di kawasan Asia yang juga mengalami tekanan terhadap dolar AS. Sentimen global yang masih membayangi pasar keuangan membuat sejumlah mata uang regional bergerak di zona negatif.


Yuan China tercatat melemah 0,03 persen terhadap dolar AS. Tekanan serupa juga dialami dolar Singapura yang turun 0,08 persen, ringgit Malaysia yang terdepresiasi 0,47 persen, serta won Korea Selatan yang mengalami pelemahan cukup dalam hingga 1,01 persen.


Meski demikian, tidak semua mata uang Asia bergerak negatif. Peso Filipina justru menguat 0,11 persen, sementara yen Jepang naik tipis 0,04 persen. Dolar Hong Kong juga mencatat penguatan sebesar 0,02 persen terhadap mata uang Negeri Paman Sam.


Di pasar global, pergerakan mata uang negara maju terhadap dolar AS terlihat beragam. Euro mencatat kenaikan tipis sebesar 0,03 persen, sedangkan poundsterling Inggris cenderung stagnan.


Sementara itu, dolar Australia mengalami koreksi sebesar 0,22 persen. Di sisi lain, dolar Kanada berhasil menguat 0,03 persen dan franc Swiss turut mencatat kenaikan dengan persentase yang sama.


Analis menilai pergerakan rupiah masih dipengaruhi berbagai faktor eksternal, mulai dari arah kebijakan suku bunga bank sentral AS, perkembangan ekonomi global, hingga dinamika geopolitik yang memengaruhi aliran modal di pasar keuangan.


Meski mengalami pelemahan tipis, posisi rupiah yang masih bertahan di sekitar level Rp18.000 per dolar AS menunjukkan pasar masih mencermati berbagai sentimen yang berkembang sebelum menentukan arah pergerakan berikutnya.


Pelaku pasar kini menunggu sejumlah data ekonomi penting dari Amerika Serikat dan negara-negara utama lainnya yang berpotensi memengaruhi pergerakan mata uang global dalam beberapa hari ke depan. (ks01)

Tags

Terkini