ekonomi-bisnis

UMKM Menjerit! Potongan Marketplace Dinilai Terlalu Tinggi, DPR Ingatkan Ancaman Serius bagi UMKM Digital

KS1
Jumat, 29 Mei 2026 | 10:00 WIB
UMKM Menjerit! Potongan Marketplace Dinilai Terlalu Tinggi, DPR Ingatkan Ancaman Serius bagi UMKM Digital. (KlikSoloNews/dok AI)

JAKARTA, KLIKSOLONEWS.COM – Tingginya potongan biaya di berbagai platform marketplace kembali menjadi perhatian publik setelah keluhan para pelaku UMKM dan seller online shop viral di media sosial.

Banyak penjual mengaku keuntungan mereka semakin menurun akibat berbagai potongan yang dibebankan oleh platform digital.

Dalam salah satu unggahan yang ramai diperbincangkan, seorang seller menampilkan simulasi penjualan produk senilai Rp50 ribu. Namun setelah dipotong biaya administrasi, promo gratis ongkir, voucher, program affiliate, hingga iklan, penjual disebut hanya menerima sekitar Rp28 ribu.

Menanggapi hal tersebut, Anggota DPR RI Fraksi PAN Arizal Tom Liwafa menilai kondisi ini perlu menjadi perhatian serius pemerintah karena dapat berdampak pada keberlangsungan UMKM di era digital.

“Marketplace memang membantu UMKM berkembang, tetapi jangan sampai sistem yang ada justru membuat penjual kecil semakin sulit bertahan. Banyak seller saat ini mengalami kenaikan omzet, namun keuntungan mereka terus menurun,” ujarnya.

Menurutnya, banyak pelaku usaha kecil kini berada dalam posisi yang sulit. Di satu sisi mereka harus mengikuti berbagai program promosi marketplace agar produk tetap bersaing di algoritma pencarian, namun di sisi lain biaya operasional yang ditanggung semakin besar.

“Seller dipaksa ikut perang harga, gratis ongkir, voucher, affiliate, dan iklan. Jika kondisi ini terus dibiarkan, hanya brand besar dengan modal kuat yang mampu bertahan,” tambahnya.

 Evaluasi Ekosistem Digital

Tom Liwafa menilai pemerintah perlu melakukan evaluasi terhadap struktur biaya di ekosistem perdagangan digital agar tetap memberikan ruang tumbuh bagi UMKM lokal.

Ia juga mendorong adanya dialog antara pemerintah, pihak marketplace, dan komunitas seller untuk mencari solusi yang lebih berimbang.

“UMKM bukan sekadar angka transaksi digital. Ada jutaan keluarga yang menggantungkan hidup dari sektor ini. Transformasi digital tidak boleh membuat usaha kecil kehilangan ruang untuk berkembang,” tegasnya.

Seperti diketahui, UMKM menjadi salah satu sektor penting dalam perekonomian Indonesia, terutama dalam mendukung penyerapan tenaga kerja dan pertumbuhan ekonomi digital.

Kondisi tekanan biaya di marketplace dinilai dapat menjadi tantangan baru yang perlu diantisipasi agar ekosistem e-commerce tetap sehat dan berkelanjutan.(ks01)

Tags

Terkini