ekonomi-bisnis

MAKIN TERPURUK! IHSG dan Rupiah Kompak Melemah: Indeks Sempat Jatuh ke Level 5.900, Rupiah Merosot ke Rp17.700

KS1
Jumat, 22 Mei 2026 | 11:15 WIB
MAKIN TERPURUK! IHSG dan Rupiah Kompak Melemah: Indeks Sempat Jatuh ke Level 5.900, Rupiah Merosot ke Rp17.700. (KlikSoloNews/dok)

JAKARTA, KLIKSOLONEWS.COM - Indeks Harga Saham Gabungan dan nilai tukar rupiah sama-sama mengalami tekanan pada perdagangan Jumat (22/5/2026) pagi. IHSG bahkan sempat terperosok hingga menyentuh level 5.966 pada awal sesi perdagangan.

Berdasarkan data RTI Business per pukul 09.17 WIB, IHSG tercatat turun 20,30 poin atau 0,33 persen ke posisi 6.074. Sebanyak 221 saham tercatat menguat, sementara 362 saham melemah dan 145 saham bergerak stagnan.

Pada pembukaan perdagangan, IHSG dibuka melemah ke level 6.065 sebelum sempat bergerak ke posisi tertinggi harian di 6.079. Namun tekanan jual membuat indeks turun tajam hingga menyentuh level terendah di 5.966.

Pelemahan juga terjadi pada nilai tukar rupiah. Mata uang Garuda dibuka melemah 32 poin atau sekitar 0,18 persen ke level Rp17.700 per dolar Amerika Serikat.

Analis mata uang dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan pergerakan rupiah hari ini diperkirakan masih bergerak konsolidatif terhadap dolar AS.

Menurutnya, pelaku pasar masih menunggu rilis data neraca transaksi berjalan kuartal I Indonesia sekaligus mencermati perkembangan geopolitik internasional.

“Rupiah diperkirakan berkonsolidasi terhadap dolar AS. Investor wait and see rilis data neraca transaksi berjalan kuartal I Indonesia. Investor juga masih mengantisipasi respons Iran terhadap proposal terbaru Amerika Serikat,” ujar Lukman.

Ia memperkirakan pergerakan rupiah pada perdagangan hari ini berada di kisaran Rp17.600 hingga Rp17.750 per dolar AS.

Tekanan terhadap pasar keuangan domestik dinilai masih dipengaruhi sentimen global, termasuk ketidakpastian geopolitik dan pergerakan dolar AS yang cenderung menguat terhadap sejumlah mata uang dunia.

Sementara itu, pelaku pasar domestik juga masih mencermati arah kebijakan ekonomi global serta kondisi fundamental ekonomi Indonesia di tengah fluktuasi pasar keuangan internasional.(KS01)

Tags

Terkini