ekonomi-bisnis

IHSG Jeblok Usai Libur Panjang, Rupiah Melemah dan Rebalancing MSCI Tekan Pasar

KS1
Senin, 18 Mei 2026 | 11:15 WIB
IHSG Jeblok Usai Libur Panjang, Rupiah Melemah dan Rebalancing MSCI Tekan Pasar. (KlikSoloNews/dok)

JAKARTA, KLIKSOLONEWS.COM – Perdagangan perdana usai libur panjang menjadi tekanan berat bagi pasar saham domestik.


IHSG langsung anjlok di zona merah pada awal perdagangan Senin (18/5/2026), dipicu sentimen rebalancing MSCI, pelemahan rupiah, hingga tekanan global yang masih tinggi.


Berdasarkan data RTI Infokom, IHSG turun 3,14 persen ke level 6.512,28 pada pukul 09.32 WIB. Sepanjang awal sesi perdagangan, indeks bergerak di rentang 6.509,88 hingga 6.631,28.


Tekanan jual terlihat mendominasi pasar dengan 572 saham melemah, hanya 96 saham menguat, dan 69 saham stagnan. Kapitalisasi pasar di Bursa Efek Indonesia juga ikut menyusut menjadi Rp11.427,62 triliun.


Tim Riset Kiwoom Sekuritas menilai gejolak pasar kali ini dipicu keluarnya sejumlah saham dari indeks MSCI pada review Mei 2026.


Meski demikian, Kiwoom menyebut tekanan jual sebenarnya lebih terkonsentrasi pada beberapa saham tertentu dan tidak separah kekhawatiran investor sebelumnya.


Menurut Kiwoom, dua saham yang menjadi pusat tekanan terbesar adalah PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) dan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN).


“Lebih dari separuh tekanan MSCI sebenarnya hanya bertumpu pada dua nama ini saja,” tulis Tim Riset Kiwoom Sekuritas.


Kiwoom juga menilai estimasi arus keluar dana asing atau foreign outflow kini mulai lebih realistis dibanding proyeksi sebelumnya yang sempat memperkirakan capital outflow di atas Rp50 triliun.


Di sisi lain, pasar juga masih dibayangi tekanan eksternal seperti pelemahan nilai tukar rupiah yang menembus Rp17.500 per dolar AS, konflik geopolitik Iran, tingginya imbal hasil US Treasury, serta ketidakpastian ekonomi global.


Meski berada dalam tekanan, Kiwoom melihat masih ada sentimen positif yang belum banyak diperhatikan pasar. Salah satunya, status Indonesia yang tetap bertahan sebagai Emerging Market dan tidak turun menjadi Frontier Market dalam review MSCI terbaru.


Fenomena penghapusan saham dari indeks MSCI juga disebut terjadi secara global. Dalam review terbarunya, MSCI tercatat hanya menambahkan 49 saham baru tetapi menghapus 101 saham di berbagai negara.


Di tengah volatilitas pasar yang tinggi, Kiwoom Sekuritas menyarankan investor menerapkan strategi wait and see sambil menunggu tekanan pasar mereda.


Secara teknikal, IHSG diperkirakan masih berpotensi bergerak menuju area support 6.762 hingga 6.745 dan membuka peluang menutup gap di area 6.538 sampai 6.092. Sementara resistance terdekat berada di kisaran 6.980 hingga 7.015.

Halaman:

Tags

Terkini