ekonomi-bisnis

Harga Pertalite dan Solar Dipastikan Tak Naik hingga Akhir 2026, Ini Penjelasan Menkeu Purbaya

KS1
Selasa, 7 April 2026 | 13:30 WIB
Harga Pertalite dan Solar Dipastikan Tak Naik hingga Akhir 2026, Ini Penjelasan Menkeu Purbaya. (KlikSoloNews/dok)

JAKARTA, KLIKSOLONEWS.COM - Pemerintah memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, yakni Pertalite dan Solar, tidak akan mengalami kenaikan hingga akhir 2026.

Kepastian ini disampaikan langsung Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, di tengah kekhawatiran masyarakat akibat naiknya harga minyak dunia.

Dalam rapat bersama Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (6/4/2026), Purbaya menegaskan bahwa pemerintah telah melakukan berbagai simulasi untuk menjaga stabilitas harga energi nasional.

"Kami siap tidak menaikkan sampai akhir tahun untuk BBM subsidi dengan asumsi harga minyak US$100 per barel. Jadi masyarakat tidak usah takut, semua sudah dihitung," ujarnya.

Kenaikan harga minyak global yang dipicu konflik geopolitik memang menjadi perhatian serius pemerintah. Namun, menurut Purbaya, langkah antisipasi sudah dilakukan sejak awal saat tren kenaikan mulai terlihat.

Kementerian Keuangan langsung melakukan simulasi berbagai skenario harga minyak dunia untuk memastikan dampaknya terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Dalam APBN 2026, asumsi harga minyak mentah Indonesia atau Indonesia Crude Price (ICP) ditetapkan sebesar US$70 per barel.

Meski demikian, pemerintah juga telah menyiapkan skenario jika harga melonjak hingga US$80, US$90, bahkan US$100 per barel.

Defisit APBN Tetap Aman di Bawah 3 Persen

Purbaya menjelaskan, meskipun harga minyak rata-rata mencapai US$100 per barel sepanjang tahun, kondisi fiskal Indonesia tetap terjaga. Defisit anggaran diperkirakan berada di kisaran 2,92 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), masih di bawah batas aman 3 persen.

Hal ini menunjukkan bahwa ketahanan fiskal Indonesia cukup kuat dalam menghadapi tekanan eksternal, termasuk fluktuasi harga energi global.

Pemerintah juga menyiapkan APBN sebagai bantalan untuk melindungi masyarakat dari dampak kenaikan harga energi. Selain itu, potensi tambahan penerimaan negara dari sektor komoditas, seperti batu bara, turut menjadi faktor penopang.

Dengan strategi tersebut, pemerintah optimistis stabilitas harga BBM bersubsidi dapat tetap terjaga tanpa membebani masyarakat.

"Jadi masyarakat tidak usah khawatir, semua sudah diperhitungkan," tegas Purbaya.(KS01)

Tags

Terkini