KARANGANYAR, KLIKSOLONEWS.COM – Ribuan pencari kerja memadati Palur Plaza, Jaten, pada ajang Job Fair 2025 yang digelar pada Selasa 29 Juli 2025.
Event ini merupakan bagian dari rangkaian Soloraya Great Sale, yang menghadirkan puluhan perusahaan dari berbagai sektor industri dan jasa untuk membuka peluang kerja bagi masyarakat.
Ajang ini bukan sekadar rekrutmen massal, melainkan bagian dari strategi Pemerintah Kabupaten Karanganyar untuk memperluas akses lapangan kerja, menekan angka pengangguran, dan meningkatkan kualitas SDM lokal.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Karanganyar, Adhe Eliana, menyampaikan bahwa Job Fair ini merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah dalam menyiapkan iklim ketenagakerjaan yang sehat dan sinergis.
“Job Fair ini bukan sekadar agenda tahunan, tapi bagian dari roadmap pembangunan ekonomi Karanganyar. Pemerintah memastikan ekosistem ketenagakerjaan berjalan dinamis dan mendukung pertumbuhan sektor riil,” tegas Adhe dilansir HarianKota, jejaring KlikSoloNews.
Sebagai bagian dari kebijakan jangka panjang, Karanganyar terus mendorong pembangunan berbasis Industri, Pertanian, dan Pariwisata (Intanpari). Ketiga sektor ini dinilai mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar dan menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif serta berkelanjutan.
Suksesnya Soloraya Great Sale tahun lalu, dengan perputaran uang lebih dari Rp3 triliun dalam sebulan, menjadi bukti kuat bahwa strategi ini mulai menunjukkan hasil positif.
“Kami punya visi menjadikan Karanganyar sebagai The Live Center of Nusantara. Semua potensi lokal akan kami dorong secara serius, mulai dari ketahanan pangan hingga industri kreatif,” lanjut Adhe.
Tak hanya membuka lowongan kerja, Pemkab Karanganyar juga terus memperkuat pelatihan tenaga kerja melalui Balai Latihan Kerja (BLK) dan program peningkatan kompetensi lainnya. Langkah ini dilakukan agar tenaga kerja lokal benar-benar siap terjun ke dunia industri.
Adhe juga menekankan pentingnya kemitraan strategis antara dunia usaha dan pemerintah agar kebutuhan industri bisa diisi oleh tenaga kerja dari daerah sendiri.
Dengan pendekatan kolaboratif dan berbasis kebutuhan pasar, Pemkab Karanganyar menargetkan peningkatan angka serapan tenaga kerja dan masuknya lebih banyak investasi ke wilayahnya. Hal ini diharapkan memberi dampak nyata pada pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. (ks01)